Internasional

Iran Bersedia Bahas Selat Hormuz, tapi Pembukaan Jalur Laut Masih Tertahan

Iran dan Oman tengah membahas kemungkinan pengaturan baru untuk menjaga keamanan pelayaran di Selat Hormuz. Oman menyebut pembicaraan dengan Teheran

Iran Bersedia Bahas Selat Hormuz, tapi Pembukaan Jalur Laut Masih Tertahan
Ilustrasi Kapal Tanker di Selat Hormuz, Image: DALL·E 3

fin.co.id - Iran dan Oman tengah membahas kemungkinan pengaturan baru untuk menjaga keamanan pelayaran di Selat Hormuz. Oman menyebut pembicaraan dengan Teheran berlangsung positif, tetapi Iran menegaskan kesepakatan apa pun belum berarti jalur laut strategis tersebut akan langsung dibuka sepenuhnya.

Pembicaraan ini menjadi penting karena Selat Hormuz merupakan salah satu jalur perdagangan energi paling vital di dunia. Sekitar seperlima pasokan minyak dan gas alam global biasanya melewati perairan yang menghubungkan Teluk Persia dengan Teluk Oman tersebut.

Negosiasi Iran Dan Oman Mulai Mendekati Tahap Akhir

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan pembicaraan mengenai Selat Hormuz telah memasuki tahap akhir. Namun, ia menegaskan bahwa pembukaan kembali jalur pelayaran masih bergantung pada sejumlah kondisi lain.

Oman sebelumnya menyatakan terdapat perkembangan positif dalam pembicaraan dengan Iran. Kedua negara membahas kemungkinan membangun jalur pelayaran baru melalui Selat Hormuz yang akan menjadi tanggung jawab bersama.

Skema tersebut diharapkan dapat memberikan jalur yang lebih aman bagi kapal-kapal yang ingin melintas sekaligus membantu menghidupkan kembali lalu lintas perdagangan melalui kawasan tersebut.

Meski demikian, belum ada kepastian mengenai kapan kesepakatan akan selesai dan kapan kapal komersial dapat kembali melintas secara normal.

Iran Masih Menunggu Syarat Dipenuhi Amerika Serikat

Salah satu persoalan terbesar dalam pembicaraan tersebut adalah hubungan Iran dengan Amerika Serikat.

Araghchi mengatakan pembukaan penuh Selat Hormuz masih berkaitan dengan sejumlah kondisi yang harus dipenuhi. Iran antara lain menuntut kompensasi dari Amerika Serikat atas apa yang disebut Teheran sebagai pelanggaran terhadap kesepakatan penghentian konflik dan pembicaraan damai sebelumnya.

Kesepakatan tersebut dituangkan dalam Memorandum of Understanding atau MoU. Namun, kesepakatan itu tidak bertahan lama dan serangan antara kedua pihak kembali terjadi hanya beberapa hari setelah ditandatangani.

Pejabat keamanan Iran Mohammad Baqer Zolqadr juga mengatakan Selat Hormuz tidak akan dibuka kembali sebelum Amerika Serikat mengubah kebijakannya terhadap Iran.

Iran disebut mengajukan enam tuntutan kepada Washington. Di antaranya adalah penghentian ancaman terhadap Iran, pencabutan blokade laut terhadap pelabuhan Iran, serta pembebasan aset Iran yang dibekukan.

Amerika Serikat Sebut Kesepakatan Bisa Segera Tercapai

Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebelumnya mengatakan kesepakatan dengan Iran kemungkinan dapat dicapai dalam waktu dekat.

Berita Terkait