Ekonomi . 24/05/2026, 07:19 WIB
fin.co.id - Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Nixon LP Napitupulu memaparkan strategi penyaluran pembiayaan perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dalam acara Jogja Financial Festival di Yogyakarta, Sabtu 23 Mei 2026.
Menurut Nixon, terdapat dua pendekatan utama yang dilakukan dalam penyaluran pembiayaan rumah, yakni melalui program KPR subsidi dan Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS).
Ia menjelaskan, program KPR subsidi memiliki karakteristik berbeda dibanding kredit perumahan pada umumnya karena menggunakan batas maksimal penghasilan penerima.
“Kalau KPR yang lain kan minimum income. Maksudnya ini untuk menyasar masyarakat berpenghasilan rendah,” ujarnya.
Nixon mengatakan program KPR subsidi memang dirancang khusus untuk masyarakat dengan batas pendapatan tertentu agar penyalurannya tepat sasaran kepada kelompok MBR.
Sementara itu, masyarakat pada kelompok desil 1 dan 2 dinilai masih sulit mengakses layanan kredit perbankan. Karena itu, pemerintah memberikan bantuan melalui program BSPS.
“KPR tentu dibantu pemerintah. Pemerintah buat program KPR subsidi yang dibatasi max income. Maksudnya ini memang menyasar masyarakat penghasilan rendah karena banyak unbanked. Kalau ada 10 desil, maka bisa dibilang yang paling sulit tinggal desil 1-2 sedangkan desil 3-8 diintervensi KPR,” kata Direktur Utama Bank Tabungan Negara, Nixon LP Napitupulu dalam acara Jogja Financial Festival di Yogyakarta pada Sabtu 23 Mei 2026.
Dalam kesempatan tersebut, Nixon juga menyebut BTN telah menyalurkan sekitar 6 juta KPR subsidi kepada masyarakat kategori desil 3 sejak awal program berjalan.
Sebagai informasi, desil 3 merupakan kelompok masyarakat pada urutan 21 persen hingga 30 persen tingkat kesejahteraan terendah secara nasional dan masuk kategori hampir miskin dalam klasifikasi bantuan pemerintah.
“Kalau desil 3 KPR subsidi di BTN ada 6 juta rumah dari awal program,” katanya.
Untuk kelompok desil 1 dan 2, pemerintah disebut menyalurkan bantuan BSPS berupa dana stimulan pembangunan rumah swadaya sekitar Rp20 juta hingga Rp25 juta per rumah tangga.
“Yang desil 1-2 ini pemerintah mengeluarkan BNPS bantuan simulan pembangunan swadaya jadi pemerintah kasih 20-25 juta tahun ini ada 400 ribu per rumah tangga,” lanjutnya.
Nixon menambahkan pemerintah saat ini juga sedang mengkaji skema tenor KPR hingga 40 tahun guna memperluas akses pembiayaan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
“Hari ini pemerintah mengkaji KPR sampai 40 tahun mudah-mudahan desil 1-2 bisa dapat. Ini cara penetrasi MBR,” sebutnya.
Selain fokus pada pembiayaan perumahan, BTN juga terus memperluas layanan digital untuk menjangkau masyarakat yang belum tersentuh layanan perbankan.
Network;
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media
Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210
Telephone: 021-2212-6982
E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id