Sebelum proses pemasangan dimulai, lash artist mengecek kondisi bulu mata asli saya terlebih dahulu. Dari situ, ia langsung memberikan komentar yang cukup jujur.
“Aduh bulu matanya pendek banget. Dari kemarin yang datang eyelash bulu matanya pendek, jadi PR banget,” ucapnya sambil tertawa kecil.
Ia juga bercerita bahwa beberapa pelanggan bahkan tetap memaksa ingin memasang eyelash meski kondisi bulu mata asli cukup sulit untuk treatment.
Pengerjaan eyelash memang membutuhkan ketelitian ekstra. Lash artist harus memastikan setiap helai terpasang rapi dan tetap nyaman digunakan.
Selama proses berlangsung, suasana studio terasa santai. Kami beberapa kali mengobrol sehingga waktu satu jam terasa cepat berlalu.
Sekitar dua jam kemudian, pemasangan eyelash akhirnya selesai. Setelah melihat hasilnya, saya langsung menuju kasir untuk melakukan pembayaran.
Namun sebelum transaksi selesai, lash artist memberikan beberapa reminder penting setelah treatment.
“Jangan kena air dulu selama empat jam ya,” katanya.
Bukan cuma itu, ternyata ada promo menarik yang sayang dilewatkan.
“Ada diskon 10 persen kalau kakaknya kasih Google Review,” lanjutnya.
Baca Juga
Kesempatan tersebut tentu langsung saya ambil. Setelah memberikan review, saya pun berhasil mendapatkan potongan harga tambahan.
Strategi seperti ini memang cukup sering digunakan cafe maupun beauty studio untuk meningkatkan ulasan pelanggan di Google sekaligus menarik calon pengunjung baru.
Saat hendak pulang, saya justru dibuat kaget dengan suasana cafe yang berubah total dibanding sore hari.
Area coffee shop mendadak penuh oleh pengunjung yang datang untuk menikmati live music malam minggu. Bahkan beberapa orang rela berdiri dan duduk di dekat pintu demi menyaksikan penampilan musik secara langsung.
Keramaiannya benar-benar terasa.