Nasional . 22/05/2026, 19:53 WIB
fin.co.id - Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melaporkan aktivitas terbaru dari salah satu gunung api aktif di Maluku Utara.
Gunung Dukono kembali mengalami erupsi dan menyemburkan kolom abu vulkanik setinggi kurang lebih 600 meter di atas puncak kawah pada Jumat 22 Mei 2026 pagi. Petugas mencatat bahwa aktivitas vulkanik berupa letusan tersebut mulai bergolak sejak pukul 06.09 Waktu Indonesia Timur (WIT).
Saat ini, kolom abu hasil letusan tersebut teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal. Angin membawa material vulkanik tersebut bergerak condong ke arah timur. Jika kita hitung dari atas permukaan laut, maka tinggi kolom abu tersebut berada pada ketinggian sekitar 1.687 meter.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Geologi, Lana Saria, memberikan keterangan resmi di Jakarta mengenai detail teknis runtutan bencana alam ini. Peristiwa erupsi ini terekam dengan jelas pada alat seismogram milik Pos Pengamatan Gunung Api Dukono. Alat pencatat gempa tersebut menunjukkan amplitudo maksimum yang mencapai angka 13 milimeter.
"Aktivitas vulkanik berupa letusan tersebut tercatat terjadi sejak pukul 06.09 Waktu Indonesia Timur (WIT)," ujar Lana Saria.
Selain amplitudo yang cukup tinggi, instrumen pendeteksi juga mencatat durasi gempa letusan berlangsung selama 69,55 detik. Petugas lapangan melaporkan bahwa aktivitas erupsi dan hembusan awan abu masih terus berlangsung saat laporan berkala tersebut disusun. Hingga saat ini, tingkat aktivitas gunung api aktif di Pulau Halmahera tersebut masih berada pada Status Level II atau Waspada.
Guna mengantisipasi ancaman bahaya sektoral yang bisa datang kapan saja, Badan Geologi langsung mengeluarkan rekomendasi ketat bagi semua pihak. Pihak berwenang melarang keras masyarakat di sekitar Gunung Dukono, para pengunjung, maupun wisatawan untuk mendekati area berbahaya.
Berikut adalah poin-poin penting rekomendasi keselamatan dari Badan Geologi yang wajib Anda patuhi:
Mengingat letusan yang disertai abu vulkanik ini terjadi secara periodik, arah sebaran material abu sangat bergantung pada kecepatan dan arah angin bertiup. Oleh karena itu, kesadaran mandiri dari masyarakat sekitar menjadi kunci utama untuk menghindari masalah kesehatan kronis.
Badan Geologi merekomendasikan warga setempat untuk senantiasa menyiapkan masker serta penutup hidung dan mulut guna mengantisipasi dampak buruk paparan abu vulkanik yang dapat mengganggu saluran sistem pernapasan sewaktu-waktu.
Langkah preventif ini sangat penting agar debu vulkanik yang tajam tidak merusak sistem pernapasan Anda. Jangan lupa untuk terus memantau pembaruan informasi dari pos pengamatan terdekat demi keselamatan bersama.
Network;
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media
Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210
Telephone: 021-2212-6982
E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id