Internasional . 20/05/2026, 06:15 WIB

Dorong Keamanan dan Ekonomi Thailand Revisi Kebijakan Bebas Visa

Penulis : Makruf
Editor : Makruf

fin.co.id - Thailand kembali menjadi sorotan internasional setelah pemerintahnya memutuskan untuk merevisi kebijakan bebas visa yang selama ini memberi kelonggaran besar bagi wisatawan dari puluhan negara. Kebijakan baru ini akan membatasi masa tinggal bebas visa yang sebelumnya bisa mencapai 60 hari menjadi sekitar 30 hari, dengan kemungkinan variasi berdasarkan kesepakatan bilateral masing masing negara.

Langkah ini muncul di tengah upaya Thailand menyeimbangkan kembali sektor pariwisata yang sempat terpukul selama pandemi dan kini kembali menjadi salah satu penggerak utama ekonomi nasional. Sebelum perubahan ini, warga dari 93 negara termasuk Australia, China, India, negara negara Eropa, hingga Amerika Serikat dapat menikmati akses masuk tanpa visa dengan durasi lebih panjang sejak 2024.

Namun, pemerintah menilai skema tersebut mulai menimbulkan tantangan baru, terutama dalam hal pengawasan imigrasi dan konsistensi regulasi. Kebijakan yang terlalu longgar dinilai membuka ruang bagi penyalahgunaan izin tinggal oleh sebagian pihak.

Alasan Perubahan Kebijakan Visa

Pemerintah Thailand menyebut dua faktor utama sebagai dasar perubahan kebijakan ini, yaitu keamanan nasional dan penyederhanaan sistem imigrasi.

Dalam pernyataan resminya, Perdana Menteri Anutin Charnvirakul menyampaikan bahwa kebijakan sebelumnya perlu disesuaikan agar lebih relevan dengan kondisi saat ini. Ia menekankan bahwa kebijakan imigrasi harus mendukung ekonomi tanpa mengabaikan aspek keamanan.

Ia menyatakan bahwa aturan lama perlu direvisi “agar lebih sesuai dengan situasi terkini, baik dari sisi ekonomi maupun keamanan nasional”.

Selain itu, pihak kementerian luar negeri Thailand juga menyoroti adanya kebingungan dalam penerapan aturan bebas visa yang berbeda beda antar negara. Sistem yang terlalu kompleks dianggap menyulitkan pengawasan dan berpotensi menciptakan celah administratif.

Dalam beberapa bulan terakhir, aparat Thailand juga mencatat meningkatnya kasus pelanggaran hukum oleh warga asing, termasuk kasus narkotika dan perdagangan manusia. Hal ini memperkuat dorongan untuk memperketat sistem masuk dan tinggal bagi wisatawan jangka panjang.

Dampak Bagi Wisatawan Internasional

Perubahan kebijakan ini diperkirakan akan berdampak langsung pada wisatawan dari berbagai negara, termasuk wisatawan dari United Kingdom yang selama ini memanfaatkan fasilitas bebas visa untuk perjalanan jangka menengah.

Sebelumnya, banyak wisatawan menggunakan fasilitas 60 hari untuk tinggal lebih lama tanpa perlu mengurus visa tambahan. Dengan aturan baru, mereka yang ingin tinggal lebih dari 30 hari harus mengajukan visa resmi sesuai ketentuan yang berlaku.

Dampak lain yang mungkin muncul adalah penyesuaian dalam industri pariwisata Thailand. Agen perjalanan, hotel, dan sektor pendukung pariwisata diperkirakan perlu menyesuaikan paket layanan mereka agar sesuai dengan durasi kunjungan yang lebih singkat.

Di sisi lain, pemerintah Thailand tetap menegaskan bahwa negara tersebut masih sangat terbuka bagi wisatawan internasional. Perubahan ini tidak dimaksudkan untuk membatasi pariwisata secara signifikan, melainkan untuk menciptakan sistem yang lebih teratur dan mudah diawasi.

Arah Baru Kebijakan Imigrasi Thailand

Kebijakan baru ini akan mulai berlaku sekitar 15 hari setelah dipublikasikan dalam Royal Gazette, dokumen resmi yang menjadi dasar hukum di Thailand. Pemerintah juga mengindikasikan bahwa masa bebas visa akan disesuaikan secara lebih fleksibel berdasarkan hubungan diplomatik dengan masing masing negara.

Langkah ini menunjukkan perubahan arah strategi pariwisata Thailand yang kini lebih menekankan keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan penguatan sistem keamanan nasional. Dengan jumlah wisatawan yang terus meningkat kembali setelah pandemi, pemerintah berupaya menghindari tekanan berlebih pada sistem imigrasi dan penegakan hukum.

Pada 2019, Thailand mencatat hampir 40 juta kunjungan wisatawan internasional. Setelah penurunan drastis akibat pandemi, angka tersebut kembali meningkat dalam dua tahun terakhir dengan jutaan wisatawan mulai kembali masuk ke negara tersebut.

Kebijakan baru ini juga diharapkan dapat mengurangi kebingungan administratif yang selama ini muncul akibat berbagai pengecualian visa yang berbeda antar negara.

Penutup

Revisi kebijakan bebas visa di Thailand menunjukkan bagaimana sebuah negara tujuan wisata utama harus terus menyesuaikan diri dengan perubahan kondisi global. Di satu sisi, pariwisata tetap menjadi tulang punggung ekonomi. Di sisi lain, keamanan dan keteraturan sistem imigrasi menjadi prioritas yang tidak bisa diabaikan.

Langkah ini mencerminkan pendekatan baru yang lebih selektif dan terukur, di mana kebijakan visa tidak lagi bersifat seragam, melainkan disesuaikan dengan kebutuhan dan hubungan bilateral. Perubahan ini kemungkinan akan membentuk kembali pola perjalanan wisatawan internasional ke Thailand dalam beberapa tahun mendatang.

Referensi:

BBC News, Thailand cuts visa-free stay period for more than 90 countries including UK

           

Network;
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNPos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com

           

Network:
FinNews.id   |  Radarpena.co.id   |  IKNPos.id