Internasional . 17/05/2026, 05:08 WIB
fin.co.id - Wabah Ebola kembali mengguncang Republik Demokratik Kongo setelah sedikitnya 65 orang dilaporkan meninggal dunia di Provinsi Ituri, wilayah timur negara tersebut. Situasi ini memicu kekhawatiran baru di kawasan Afrika Tengah karena potensi penyebaran lintas negara mulai terdeteksi.
Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO menyatakan pihaknya tengah menggelar koordinasi darurat bersama pemerintah Republik Demokratik Kongo, Uganda, Sudan Selatan, dan sejumlah mitra internasional untuk memperkuat respons wabah serta pengawasan perbatasan.
Peningkatan kasus di Ituri menjadi alarm serius mengingat kawasan tersebut selama bertahun-tahun berada dalam kondisi konflik bersenjata yang menyulitkan akses layanan kesehatan dan penanganan wabah secara cepat.
Provinsi Ituri dikenal sebagai salah satu wilayah paling rawan konflik di Republik Demokratik Kongo. Sejak 2021, wilayah itu berada di bawah pemerintahan militer setelah otoritas sipil digantikan demi menghadapi berbagai kelompok bersenjata yang aktif di kawasan tersebut.
Kondisi keamanan yang tidak stabil membuat proses pelacakan pasien, distribusi bantuan medis, hingga edukasi kesehatan masyarakat menjadi jauh lebih sulit dilakukan.
WHO menyebut wabah terbaru ini memerlukan perhatian regional karena mobilitas warga lintas negara cukup tinggi. Risiko penyebaran semakin besar ketika sistem kesehatan di beberapa wilayah perbatasan masih terbatas.
Kekhawatiran internasional meningkat setelah otoritas kesehatan Uganda mengonfirmasi adanya kasus Ebola impor dari Republik Demokratik Kongo.
Menurut laporan yang dibagikan media Uganda, seorang pria asal Kongo berusia 59 tahun dirawat di sebuah rumah sakit di Kampala sejak awal pekan. Pasien tersebut kemudian meninggal dunia di ruang perawatan intensif pada Kamis waktu setempat.
Hingga kini Uganda belum melaporkan adanya penularan lokal. Namun pemerintah setempat mulai memperketat pengawasan kesehatan dan pelacakan kontak guna mencegah wabah meluas di dalam negeri.
Kasus lintas batas seperti ini menjadi tantangan utama dalam penanganan Ebola di Afrika karena perpindahan warga antarnegara berlangsung sangat aktif, terutama di wilayah perdagangan dan pengungsian.
Ebola merupakan salah satu penyakit paling mematikan di dunia dengan tingkat fatalitas tinggi. Virus ini menyebar melalui kontak langsung dengan cairan tubuh penderita atau benda yang telah terkontaminasi.
Gejala awal Ebola biasanya meliputi demam tinggi, nyeri otot, sakit kepala, kelelahan ekstrem, hingga muntah dan pendarahan dalam kondisi berat.
Network;
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media
Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210
Telephone: 021-2212-6982
E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id