Trump menambahkan bahwa dirinya tetap menyampaikan pandangan tersebut meski tidak semua pihak menyukainya.
“Saya mengatakannya kepada semua orang. Anda adalah pemimpin yang hebat. Terkadang orang tidak suka saya mengatakannya, tetapi saya tetap mengatakannya, karena itu benar.”
Fokus pada Perdagangan dan Kerja Sama Ekonomi
Trump menilai pertemuan dengan Xi Jinping sebagai salah satu pertemuan puncak terbesar yang pernah ada. Ia juga menekankan pentingnya kerja sama ekonomi antara Amerika Serikat dan China.
“Mereka berharap dapat berdagang dan berbisnis, dan itu akan sepenuhnya timbal balik dari pihak kita. Jadi saya sangat menantikan diskusi kita,” katanya.
Trump bahkan menyebut agenda tersebut sebagai “mungkin pertemuan puncak terbesar yang pernah ada.”
Beberapa isu penting masuk dalam agenda pembicaraan kedua negara, mulai dari perdagangan, tarif, Taiwan, hingga konflik di Timur Tengah.
Deretan CEO Besar AS Ikut Dampingi Trump
Dalam kunjungan tersebut, Trump didampingi Menteri Luar Negeri Marco Rubio dan Menteri Pertahanan Pete Hegseth.
Selain pejabat pemerintahan, sejumlah CEO perusahaan besar Amerika Serikat juga ikut hadir dalam delegasi bisnis.
Beberapa nama yang hadir antara lain Jensen Huang dari Nvidia, Elon Musk dari Tesla, Tim Cook dari Apple, Larry Fink dari BlackRock, Stephen Schwarzman dari Blackstone, Kelly Ortberg dari Boeing, Brian Sikes dari Cargill, Jane Fraser dari Citigroup, Larry Culp dari GE Aerospace, David Solomon dari Goldman Sachs, Sanjay Mehrotra dari Micron, dan Cristiano Amon dari Qualcomm.
Putra Trump, Eric Trump, bersama istrinya Lara Trump, juga ikut mendampingi presiden dalam kunjungan tersebut.
Baca Juga
Namun, Ibu Negara Melania Trump tidak hadir mendampingi Trump, berbeda dengan kunjungan tahun 2017 ketika mereka disambut Xi Jinping dan Ibu Negara China Peng Liyuan.
Elon Musk hingga Tim Cook Beri Respons Positif
Setelah pertemuan berlangsung, para jurnalis sempat menanyakan hasil diskusi kepada sejumlah CEO yang hadir.