Internasional . 13/05/2026, 15:51 WIB

AS dan China Kompak Tolak Tarif Tol Selat Hormuz, Tekanan terhadap Iran Meningkat!

Penulis : Esnoe Faqih Wardhana
Editor : Esnoe Faqih Wardhana

Rubio Soroti Kemungkinan Kapal China Bayar Bea Masuk

Dua sumber yang mengetahui isi percakapan Wang Yi dan Marco Rubio mengatakan bahwa Rubio sempat mengangkat kemungkinan kapal-kapal Tiongkok harus membayar bea masuk.

Menurut sumber tersebut, langkah itu tampaknya bertujuan mendorong Beijing agar meningkatkan tekanan terhadap Teheran demi mengakhiri konflik.

Tiongkok sendiri masih mempertahankan hubungan dekat dengan Iran dan menjadi pembeli utama ekspor minyak negara tersebut. Karena itu, Trump terus mendesak Beijing menggunakan pengaruhnya agar Iran mau mencapai kesepakatan dengan Washington.

Dalam pertemuan lanjutan dengan Menteri Luar Negeri Iran, Wang Yi menyebut komunitas internasional memiliki “keprihatinan bersama tentang pemulihan jalur normal dan aman melalui selat”.

Meski begitu, Wang tetap menegaskan dukungan Tiongkok terhadap Iran dalam “menjaga kedaulatan dan keamanan nasionalnya.”

Ketegangan di PBB Kian Memanas

Perselisihan terkait Selat Hormuz juga meluas hingga ke Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Bulan lalu, Tiongkok memveto resolusi dukungan AS di PBB yang mendorong negara-negara bekerja sama melindungi pelayaran komersial di Selat Hormuz.

Beijing menilai resolusi tersebut terlalu berpihak terhadap Iran. Langkah itu memicu kritik dari Duta Besar AS untuk PBB, Mike Waltz. Ia menilai Tiongkok membiarkan Iran mengancam stabilitas ekonomi global.

Saat ini, Washington bersama Bahrain tengah menyusun resolusi baru PBB yang menuntut Iran menghentikan serangan serta aktivitas penambangan di Selat Hormuz.

Resolusi tersebut juga menyerukan penghentian “upaya untuk memungut pungutan ilegal” di jalur perdagangan internasional itu.

Namun, sejumlah diplomat memperkirakan Tiongkok dan Rusia kemungkinan kembali memveto rancangan tersebut apabila masuk tahap pemungutan suara.

Di tengah meningkatnya tensi geopolitik, Tiongkok juga dilaporkan memerintahkan perusahaan-perusahaannya untuk tidak mematuhi sanksi AS terhadap kilang minyak China yang membeli minyak mentah Iran. Langkah itu menunjukkan Beijing masih berupaya mempertahankan hubungan ekonomi strategis dengan Teheran.

           

Network;
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNPos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com

           

Network:
FinNews.id   |  Radarpena.co.id   |  IKNPos.id