Internasional . 13/05/2026, 15:51 WIB
fin.co.id - Departemen Luar Negeri Amerika Serikat menyatakan bahwa AS dan China memiliki sikap yang sama terkait penolakan pungutan tol di Selat Hormuz. Kesepakatan tersebut muncul di tengah meningkatnya tekanan internasional terhadap Iran yang masih menguasai jalur pelayaran strategis tersebut.
Pernyataan itu disampaikan kepada Reuters pada Selasa, 12 Mei 2026, waktu setempat. Washington menyebut para pejabat senior kedua negara sepakat bahwa tidak ada pihak yang boleh mengenakan biaya pengiriman di jalur perairan internasional.
Kesepakatan ini menjadi sinyal penting bahwa AS dan Tiongkok mulai mencari titik temu dalam upaya menekan Teheran agar menghentikan kontrol ketat atas Selat Hormuz, salah satu jalur perdagangan energi paling vital di dunia.
Isu tersebut juga diperkirakan menjadi agenda utama dalam pertemuan Presiden Donald Trump dan Presiden Xi Jinping akhir pekan ini.
Ketegangan di kawasan meningkat setelah Iran hampir menutup total jalur perdagangan itu sejak serangan udara gabungan Israel-AS pada 28 Februari lalu. Situasi tersebut langsung mengguncang pasar energi global karena sebelum konflik pecah, Selat Hormuz menangani sekitar seperlima pasokan minyak dan gas dunia.
Departemen Luar Negeri AS mengungkapkan bahwa Menteri Luar Negeri Tiongkok Wang Yi dan Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio telah membahas persoalan tersebut dalam percakapan telepon pada April lalu.
“Mereka sepakat bahwa tidak ada negara atau organisasi yang diizinkan untuk memungut biaya tol untuk melewati jalur perairan internasional seperti Selat Hormuz,” kata juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Tommy Pigott, kepada Reuters.
Departemen Luar Negeri AS juga menyebut mereka belum pernah mempublikasikan ringkasan percakapan tersebut sebelumnya, berbeda dari praktik diplomatik yang biasa dilakukan Washington.
Sementara itu, Kedutaan Besar China tidak membantah isi pembicaraan tersebut. Beijing menegaskan pentingnya kerja sama internasional untuk memastikan arus pelayaran tetap normal.
“Menjaga area tersebut tetap aman dan stabil serta memastikan jalur yang tidak terhalang merupakan kepentingan bersama komunitas internasional,” ujar juru bicara Kedutaan Besar China, Liu Pengyu, kepada Reuters.
Teheran sebelumnya menuntut hak untuk memungut biaya tol terhadap kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz sebagai syarat untuk mengakhiri konflik.
Di sisi lain, AS terus memperketat tekanan terhadap Iran melalui blokade angkatan laut. Presiden Donald Trump bahkan sempat mengusulkan kemungkinan pemberlakuan biaya terhadap lalu lintas kapal atau bekerja sama dengan Iran untuk menarik pungutan tersebut.
Namun, usulan itu memicu penolakan dari berbagai pihak, baik di dalam negeri maupun internasional. Gedung Putih kemudian menegaskan bahwa Trump ingin Selat Hormuz kembali dibuka tanpa pembatasan apa pun.
Hingga kini, pejabat Tiongkok juga masih menghindari penyebutan langsung soal pungutan bea masuk meski mereka terus mengkritik blokade yang dilakukan AS.
Network;
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media
Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210
Telephone: 021-2212-6982
E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id