Dianggap Mudah Basi, BGN Larang Dapur SPPG Masak Mi untuk Menu MBG Tanpa Chef Handal!

fin.co.id - 12/05/2026, 18:17 WIB

Dianggap Mudah Basi, BGN Larang Dapur SPPG Masak Mi untuk Menu MBG Tanpa Chef Handal!

BGN keluarkan surat edaran agar SPPG tidak memasak mi tanpa chef andal.

fin.co.id - Wakil Kepala Badan Gizi Nasional Nanik Sudaryati Deyang menyatakan pihaknya telah mengeluarkan surat edaran kepada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) agar tidak memasak menu mi tanpa didampingi juru masak andal.

Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah terjadinya gangguan pencernaan dan risiko keracunan pangan dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Pernyataan itu disampaikan Nanik setelah melakukan inspeksi mendadak atau sidak ke dapur MBG di Jakarta Timur pada Minggu, 10 Mei 2026. Dapur tersebut diketahui menjadi lokasi pengolahan makanan yang diduga menyebabkan 147 anak mengalami gangguan pencernaan pada Jumat, 8 Mei 2026 malam.

"Karena seringnya mi bermasalah dengan gangguan pencernaan, kami dari BGN pusat sebetulnya sudah membuat surat edaran agar tidak memasak mi jika belum punya chef andal yang menguasai betul bagaimana teknik memasak mi agar tidak cepat basi. Kami juga sudah menyosialisasikan melalui kepala regional dan koordinator wilayah," katanya dalam Instagram resmi @nanik_deyang dan @sidakbgn yang dikutip dari Jakarta, Selasa, 12 Mei 2026.

Menu Bakmi Djawa Diduga Jadi Pemicu Gangguan Pencernaan

Nanik menjelaskan, para siswa mengalami gangguan pencernaan setelah menyantap sejumlah menu dalam program MBG. Makanan tersebut terdiri atas bakmie Djawa, ayam suwir, pangsit tahu kukus, tauge rebus, timun, tomat, jamur krispi, dan buah semangka.

Menurut dia, pihaknya langsung melakukan pengecekan terhadap dapur pengolahan makanan usai insiden tersebut terjadi.

"Minggu malam saya sidak ke dapur yang mengolah MBG dan menjadi penyebab 147 anak mengalami gangguan pencernaan di Jakarta Timur, dimana 33 diantaranya sempat dirawat, namun hari Senin (11/5) kemarin sudah pulang semua," ucap Nanik.

Kasus ini menjadi perhatian serius karena melibatkan ratusan anak dalam program pemenuhan gizi pemerintah.

Tujuh dari 10 Kasus Gangguan Pencernaan Dipicu Menu Mi

Nanik mengungkapkan selama Program MBG berjalan sekitar 1,5 tahun di Jakarta, telah terjadi 10 Kejadian Luar Biasa (KLB) gangguan pencernaan. Dari jumlah tersebut, tujuh kasus diketahui berkaitan dengan menu mi.

Ia mengaku terkejut karena menu mi kembali digunakan meski sebelumnya sudah pernah memicu masalah serupa.

"Agak kaget waktu dikabari menu mi lagi yang dipakai, karena sebulan sebelumnya di Jakarta Timur juga menu spaghetti menjadi penyebab beberapa anak gangguan perut, bahkan sempat ada yang dirawat di rumah sakit yang sama," ujarnya.

Temuan tersebut membuat BGN semakin memperketat pengawasan terhadap pengolahan makanan, terutama menu berbahan dasar mi basah.

Mi Basah Dinilai Mudah Basi dan Berisiko

Esnoe Faqih Wardhana
Esnoe Faqih Wardhana
Penulis

Penulis FIN.CO.ID