Internasional . 12/05/2026, 11:07 WIB
fin.co.id - Amerika Serikat dilaporkan sedang melakukan negosiasi intensif dengan Denmark terkait rencana perluasan kehadiran militernya di Greenland. Pembicaraan tersebut disebut sudah berlangsung dalam beberapa bulan terakhir dan menjadi bagian dari strategi keamanan baru Washington di kawasan Atlantik Utara.
Laporan ini pertama kali diungkap oleh BBC yang menyebut sejumlah pejabat mengetahui langsung proses negosiasi tersebut. Pemerintah Amerika Serikat disebut ingin membuka tiga basis militer baru di wilayah selatan Greenland, kawasan semi-otonom yang berada di bawah Kerajaan Denmark.
Pembahasan ini kembali menempatkan Greenland sebagai wilayah strategis yang diperebutkan pengaruh geopolitik global, terutama di tengah meningkatnya ketegangan dengan Rusia dan meningkatnya aktivitas China di kawasan Arktik.
Greenland selama beberapa tahun terakhir menjadi perhatian banyak negara besar karena posisinya yang sangat penting secara militer dan geografis. Wilayah es terbesar di dunia itu berada di jalur strategis antara Amerika Utara dan Eropa.
Dalam laporan tersebut, basis baru yang direncanakan Amerika Serikat akan difokuskan untuk memantau aktivitas maritim Rusia dan China di kawasan yang dikenal sebagai GIUK Gap. Jalur ini berada di antara Greenland, Islandia, dan Inggris Raya, serta dianggap sangat penting bagi pertahanan NATO.
Salah satu lokasi yang disebut berpotensi menjadi basis baru adalah Narsarsuaq, wilayah yang sebelumnya pernah digunakan sebagai pangkalan militer Amerika Serikat pada masa Perang Dunia II dan Perang Dingin.
Pejabat Amerika Serikat yang dikutip BBC menyebut pembahasan masih berada di jalur diplomatik dan belum ada keputusan final mengenai jumlah maupun status pangkalan yang akan dibangun.
Isu Greenland sebelumnya sempat memicu ketegangan diplomatik setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Januari lalu menyatakan bahwa AS seharusnya “memiliki” Greenland demi mencegah pengaruh Rusia atau China berkembang di wilayah tersebut.
Trump bahkan menyebut hal itu bisa terjadi melalui “cara mudah atau cara sulit”, pernyataan yang memicu reaksi keras dari sejumlah pihak di Denmark maupun Greenland.
Meski begitu, laporan terbaru menunjukkan pendekatan yang kini ditempuh Washington lebih berfokus pada jalur negosiasi resmi dengan pemerintah Denmark dan otoritas Greenland.
Gedung Putih mengonfirmasi adanya pembicaraan tingkat tinggi dengan Denmark dan Greenland, namun menolak memberikan rincian lebih lanjut terkait isi negosiasi tersebut.
Seorang pejabat Gedung Putih mengatakan kepada BBC bahwa pemerintah AS optimistis pembahasan berjalan ke arah positif.
Pemerintah Denmark juga mengakui adanya pembicaraan yang sedang berlangsung dengan Amerika Serikat. Kementerian Luar Negeri Denmark menyebut hubungan diplomatik terkait Greenland masih terus berjalan, walau belum bersedia mengungkap detail negosiasi.
Sebelumnya, Denmark memang pernah menyatakan terbuka untuk mendiskusikan penambahan fasilitas militer Amerika Serikat di Greenland, terutama dalam konteks keamanan regional dan kerja sama NATO.
Namun hingga kini belum ada kesepakatan resmi yang diumumkan kepada publik.
Beberapa sumber menyebut Amerika Serikat sempat mengusulkan agar basis baru tersebut memiliki status wilayah kedaulatan khusus AS. Akan tetapi, usulan tersebut masih menjadi bagian dari pembahasan dan belum disetujui.
Kawasan Arktik dalam beberapa tahun terakhir semakin penting dalam peta geopolitik dunia. Mencairnya es akibat perubahan iklim membuka jalur pelayaran baru sekaligus akses terhadap sumber daya alam yang besar.
Situasi ini membuat negara-negara besar meningkatkan aktivitas militer dan diplomatik mereka di kawasan utara bumi tersebut.
Amerika Serikat, Rusia, dan China kini sama-sama berusaha memperkuat pengaruh di kawasan Arktik. Rusia diketahui telah lama memperbesar kehadiran militernya di wilayah utara, sementara China mulai aktif membangun kerja sama ekonomi dan riset di kawasan tersebut.
Karena itu, Greenland dipandang memiliki nilai strategis tinggi bagi keamanan Atlantik Utara dan sistem pertahanan Barat.
Negosiasi antara Amerika Serikat dan Denmark terkait penambahan basis militer di Greenland menunjukkan bahwa kawasan Arktik semakin menjadi pusat perhatian geopolitik global. Meski belum ada keputusan final, pembicaraan ini memperlihatkan upaya Washington memperkuat posisi strategisnya di Atlantik Utara.
Di sisi lain, Denmark dan Greenland juga menghadapi tantangan untuk menjaga keseimbangan antara kerja sama pertahanan, kepentingan politik, dan kedaulatan wilayah mereka sendiri.
Perkembangan negosiasi ini diperkirakan masih akan terus menjadi sorotan internasional, terutama karena melibatkan persaingan pengaruh antara kekuatan besar dunia di kawasan Arktik.
Referensi:
“US in closely-guarded talks to open new bases in Greenland” – BBC News
Network;
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media
Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210
Telephone: 021-2212-6982
E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id