Ragam . 08/05/2026, 11:03 WIB
Sementara itu, Ruas Betung–Tempino–Jambi mencatat progres konstruksi 46,14% dengan pembebasan lahan sekitar 61,62%. Angka ini menunjukkan bahwa tantangan utama masih berada pada aspek tanah, bukan lagi pembangunan fisik semata.
Adapun untuk Ruas Pematang Panggang–Kayu Agung Seksi Akses Mataram Jaya, proses masih berada pada tahap awal pembebasan lahan. Artinya, pekerjaan rumah masih cukup panjang dan membutuhkan akselerasi serius.
Keterlibatan Kejaksaan Agung RI dalam proses ini menjadi sinyal penting bahwa aspek hukum dan pengamanan proyek strategis ikut diperkuat. Kehadiran aparat penegak hukum bertujuan memastikan proses berjalan sesuai aturan, sekaligus meminimalkan potensi hambatan di lapangan.
Selain itu, dukungan dari ATR/BPN serta pemerintah daerah memperkuat percepatan administrasi dan legalitas pengadaan tanah. Dengan begitu, proses yang selama ini sering tersendat bisa dipangkas secara signifikan.
Dengan sinergi besar ini, Sumatra Selatan kini berada di titik penting pembangunan infrastruktur nasional. Jalan tol bukan hanya soal konektivitas, tetapi juga soal dorongan ekonomi baru yang bisa membuka pusat pertumbuhan di wilayah Sumatra.
Hamdani menegaskan kembali harapan besar agar seluruh pemangku kepentingan tetap solid dalam mendukung percepatan proyek. Tanpa kolaborasi, target besar PSN akan sulit tercapai tepat waktu.
Kini, semua mata tertuju pada eksekusi di lapangan. Dengan deadline yang semakin dekat menuju 2026, proyek jalan tol Sumsel bukan lagi sekadar pembangunan infrastruktur, tetapi sudah menjadi ajang pembuktian kecepatan eksekusi nasional.
Network;
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media
Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210
Telephone: 021-2212-6982
E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id