Internasional . 07/05/2026, 09:08 WIB
Ali Vaez dari International Crisis Group menilai respons Iran terhadap operasi tersebut kemungkinan membuat Trump menyadari bahwa pendekatan militer tidak akan menyelesaikan masalah.
Iran sebelumnya dilaporkan menembaki kapal dan melancarkan serangan terhadap target di Uni Emirat Arab sebagai bentuk tekanan terhadap operasi AS.
Menurut Vaez, keputusan Trump sering kali dipengaruhi impuls politik ketimbang proses diplomasi yang konsisten. Hal itu membuat arah kebijakan Washington terlihat berubah-ubah dalam waktu singkat.
Meski memorandum damai berhasil disepakati, banyak analis menilai persoalan sebenarnya baru akan dimulai setelah itu.
Program nuklir Iran merupakan isu teknis dan diplomatik yang sangat rumit. Pada era Presiden Barack Obama, negosiasi detail terkait program nuklir Iran memerlukan waktu lebih dari 20 bulan sebelum akhirnya menghasilkan kesepakatan internasional.
Karena itu, banyak pengamat meragukan bahwa memorandum singkat bisa langsung menyelesaikan seluruh persoalan.
Trump sendiri sebelumnya pernah mengklaim Iran bersedia menyerahkan uranium yang telah diperkaya kepada Amerika Serikat. Namun klaim tersebut langsung dibantah pejabat Teheran.
Perbedaan narasi semacam ini menunjukkan bahwa kedua negara masih memiliki jarak besar dalam memahami isi dan arah negosiasi.
Situasi Iran dan Selat Hormuz terus menjadi perhatian pasar global. Ketegangan di kawasan tersebut berpotensi memicu lonjakan harga energi internasional.
Namun penghentian sementara Project Freedom justru sempat membuat harga minyak sedikit melemah karena pasar melihat peluang negosiasi damai mulai terbuka.
Meski demikian, para ahli pelayaran menyebut operasi tersebut sebenarnya belum memberikan dampak signifikan. Hanya sedikit kapal yang benar-benar berani melintasi Selat Hormuz meski ada perlindungan keamanan dari AS.
Mick Mulroy, mantan pejabat Pentagon untuk kawasan Timur Tengah, mengatakan masih belum jelas apakah penghentian operasi itu benar-benar terkait dengan proposal damai atau sekadar karena kapal-kapal tetap enggan melewati jalur tersebut.
Network;
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media
Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210
Telephone: 021-2212-6982
E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id