Opini . 07/05/2026, 10:46 WIB
Matriks tersebut dapat memuat prestasi, rekam jejak operasi, pendidikan, kompetensi kepemimpinan, kepatuhan hukum, catatan etik, rekam jejak keuangan, pengendalian konflik kepentingan, serta penilaian integritas dari mekanisme pengawasan internal. Dengan cara ini, promosi jabatan tidak berlangsung sebagai ruang gelap birokrasi, tetapi sebagai proses kaderisasi strategis negara.
Rakyat hanya bisa berharap, bahwa TNI dan Polri adalah institusi strategis yang memegang mandat besar negara. Keduanya membutuhkan pemimpin yang kuat, tetapi kekuatan saja tidak cukup. Mereka harus bersih, cakap, akuntabel, dan dipercaya.
Presiden Prabowo perlu memastikan bahwa tidak ada personel dengan catatan buruk memperoleh jalan mudah menuju pangkat dan jabatan perwira tinggi. Negara tidak boleh mengambil risiko menempatkan figur bermasalah pada posisi yang menentukan keselamatan rakyat, keamanan nasional, dan kehormatan institusi.
Promosi perwira tinggi harus menjadi kehormatan bagi yang layak, bukan hadiah bagi yang dekat. Promosi juga harus menjadi mekanisme penyaringan negarawan berseragam, bukan sekadar rotasi elite internal. Bila Presiden Prabowo ingin membangun pemerintahan yang kuat, bersih, dan berwibawa, maka pembenahan harus dimulai dari pintu promosi jabatan strategis. Sebab negara yang kuat tidak hanya ditentukan oleh senjata dan kewenangan, tetapi oleh kualitas manusia yang memegang komando.
Network;
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media
Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210
Telephone: 021-2212-6982
E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id