Hasil imbang 1-1 melawan Wolfsburg akhir pekan lalu setidaknya menjadi modal mental bahwa mereka mampu bangkit dari ketertinggalan.
Braga dan Konsistensi di Eropa
Di sisi lain, Braga datang dengan kepercayaan diri tinggi. Tim asuhan Carlos Vicens ini hanya kalah satu kali dari sembilan laga terakhir mereka di semua kompetisi.
Di kancah Europa League, mereka sangat tangguh dengan hanya menelan dua kekalahan dari 20 pertandingan terakhir.
Meski sempat ditahan imbang Estoril Praia di liga domestik, Braga dikenal sebagai tim yang pandai menjaga keunggulan.
Pengalaman mereka saat menyingkirkan Real Betis di babak sebelumnya menjadi bukti bahwa The Archbishops punya mental baja saat bermain di kandang lawan.
Badai Cedera Menghantui Kedua Tim
Laga ini diprediksi akan berjalan pincang bagi kedua belah pihak karena masalah absensi pemain.
Freiburg kehilangan penyerang Yuito Suzuki yang mengalami patah tulang selangka.
Max Rosenfelder dan Patrick Osterhage juga masih menepi, sementara kondisi Daniel-Kofi Kyereh masih meragukan.
Braga pun setali tiga uang. Kapten tim Ricardo Horta dipastikan absen, disusul deretan pemain lain seperti Diego Rodrigues, Bright Arrey-Mbi, hingga Adrian Barisic yang masih masuk ruang perawatan.
Analisis Pertandingan
Secara statistik, Freiburg adalah "raja" di kandang sendiri saat bermain di level kontinental.
Baca Juga
Dukungan penuh publik Baden-Wurttemberg akan menekan Braga sejak menit awal.
Namun, masalah utama Freiburg adalah konsistensi permainan selama 90 menit; mereka sering kehilangan fokus di menit-menit krusial.