Nasional . 06/05/2026, 20:07 WIB
Menurutnya, hal ini berkaitan dengan prinsip Incremental Capital Output Ratio (ICOR), yang mengukur seberapa efektif investasi menghasilkan output. Dalam kasus IKN, ia menilai rasio tersebut masih sangat buruk.
“Sudah keluar ratusan triliun, tapi apa yang didapat? Belum ada,” kritik Dahlan.
Ia juga menyoroti pembangunan bandara VVIP di IKN yang dinilai belum mendesak, mengingat akses dari Bandara Sepinggan ke lokasi IKN masih tergolong dekat.
Sebagai solusi, Dahlan mengusulkan agar bandara di IKN dialihfungsikan menjadi pangkalan militer. Ia menyebut langkah ini bisa memberikan nilai tambah ekonomi, sekaligus memanfaatkan aset yang sudah terlanjur dibangun.
Selain itu, ia membandingkan dengan proyek lain seperti Bandara Kertajati dan infrastruktur di daerah lain yang juga dinilai belum optimal pemanfaatannya.
Baik Didik Rachbini maupun Dahlan Iskan sepakat bahwa aset besar di IKN harus segera dimanfaatkan agar tidak menjadi proyek mangkrak.
Dibutuhkan kebijakan inovatif dan langkah cepat dari pemerintah untuk menciptakan aktivitas ekonomi dan menarik populasi ke kawasan tersebut.
Dengan berbagai kritik dan masukan ini, masa depan IKN kini menjadi sorotan. Pemerintah diharapkan mampu menemukan solusi konkret agar investasi besar tersebut benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat dan perekonomian nasional. (*)
Network;
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media
Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210
Telephone: 021-2212-6982
E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id