fin.co.id - Yayasan Pendidikan dan Kesejahteraan PLN (YPK PLN) melakukan perubahan besar dalam struktur organisasi Institut Teknologi PLN (ITPLN). Perombakan ini salah satunya adalah untuk menjawab tantangan tranformasi di lingkungan ITPLN agar kampus transisi energi itu bisa menembus 3 besar kampus swasta terbaik nasional.
Sebagai tindak lanjut perubahan struktur organisasi ITPLN tersebut, YPK PLN melakukan perombakan di bidang kepegawaian, yang ditandai dengan sejumlah rotasi, promosi, hingga penyesuaian jabatan di level manajemen atas. Hal ini tercermin dalam serah terima jabatan dan penyerahan surat keputusan mutasi & penyesuaian sebutan jabatan di lingkungan ITPLN.
Acara serah terima jabatan dilakukan pada Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dari Ishvandono Yunaini yang memasuki masa purnatugas kepada Purnomo, yang sebelumnya menjabat Kepala Rektorat ITPLN.
Selain itu, posisi Kepala Rektorat diubah menjadi Direktur Rektorat ITPLN dan kini diisi oleh Heru Setiawan, yang sebelumnya menjabat Manajer Bagian Hukum ITPLN. Sejumlah posisi strategis lain juga mengalami pergeseran sebagai bagian dari transformasi organisasi.
Wakil Rektor III ITPLN, Purnomo, mengatakan perubahan ini merupakan langkah lanjutan dari transformasi yang telah berjalan sebelumnya. Ia mengibaratkan kondisi kampus saat ini sudah berada pada level yang sangat siap untuk bersaing.
“Ini transformasi dari sisi organisasi. Sekaligus melanjutkan transformasi kita yang sudah berjalan, semoga bisa membawa kita masuk 3 swasta terbaik. Ibaratnya kita ini sudah punya mobil Formula 1. Sudah sangat bagus. Tinggal bagaimana kita melaju kencang dan mengejar yang lain,” ujar Purnomo di ITPLN, Selasa, 5 Mei 2026.
Purnomo menekankan pentingnya perubahan cara pandang terhadap mahasiswa dalam mendukung peningkatan kualitas kampus. Ia menyebut ada tiga perspektif utama yang harus diterapkan.
Pertama, mahasiswa harus dipandang sebagai pelanggan (customer) yang perlu dilayani dengan baik agar dapat lulus tepat waktu dan siap bekerja. Kedua, mahasiswa merupakan produk yang harus ditempa hingga memiliki kompetensi tinggi dan mampu diserap industri. Ketiga, mahasiswa adalah mitra yang perlu diajak berkolaborasi, bukan sekadar pihak yang diarahkan.
“Kalau kualitas lulusan kita bagus, tidak ada industri yang menolak. Bahkan akan diperebutkan,” tegasnya.
Sementara itu, Ishvandono Yunaini dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas masa tugasnya sejak bergabung dengan ITPLN pada 2022. Ia juga mengenang dinamika kampus, termasuk gejolak demonstrasi mahasiswa yang sempat terjadi di awal masa jabatannya.
Baca Juga
“Demo itu bagian dari dinamika kampus. Pada akhirnya kami belajar bahwa kebebasan mahasiswa tetap harus berjalan dengan koridor yang ada,” kata Ishvandono.
Ia berharap fondasi yang telah dibangun dapat terus dilanjutkan oleh jajaran pimpinan berikutnya demi mendorong pertumbuhan ITPLN.
Rektor ITPLN, Prof Iwa Garniwa, menegaskan bahwa dinamika jabatan di lingkungan perguruan tinggi merupakan hal yang wajar. Menurutnya, jabatan hanyalah amanah yang bersifat sementara, sementara peran utama dosen tetap menjadi inti dari pengabdian akademik.
“Karier tertinggi dosen adalah menjadi profesor. Jabatan struktural itu berputar, tapi kontribusi akademik harus terus berjalan,” ungkapnya.
Iwa juga mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan antara kebebasan akademik mahasiswa dan identitas institusi yang melekat pada ITPLN.