fin.co.id - Tragedi jatuhnya pesawat Boeing 737 milik China Eastern Airlines kembali menjadi perhatian dunia setelah muncul fakta baru dari otoritas investigasi Amerika Serikat. Temuan ini mengarah pada dugaan bahwa mesin pesawat dimatikan saat masih berada di udara.
Peristiwa ini menewaskan seluruh 132 orang di dalam pesawat, menjadikannya salah satu kecelakaan paling mematikan di China dalam beberapa dekade terakhir.
Kronologi Singkat Tragedi
Penerbangan MU5735 lepas landas dari Kunming dan dijadwalkan mendarat di Guangzhou pada hari yang sama. Namun, saat berada di ketinggian jelajah sekitar 8.800 meter, pesawat tiba-tiba kehilangan stabilitas.
Pesawat kemudian menukik tajam dan menghantam perbukitan di wilayah Guangxi, dekat Kota Wuzhou. Lokasi yang terpencil membuat proses pencarian dan evakuasi menjadi sangat menantang.
Tidak ada korban selamat dalam kecelakaan tersebut.
Temuan Mengejutkan dari NTSB
Berdasarkan data yang dirilis oleh National Transportation Safety Board, ditemukan bahwa sakelar bahan bakar pada kedua mesin pesawat dipindahkan ke posisi cut-off.
Dalam laporan tersebut disebutkan:
"Kinerja mesin menurun setelah pergerakan sakelar bahan bakar."
Pernyataan ini menunjukkan bahwa aliran bahan bakar ke mesin terhenti, yang menyebabkan mesin kehilangan tenaga secara drastis.
Baca Juga
Apa Itu Sakelar Bahan Bakar
Sakelar bahan bakar adalah komponen penting dalam sistem pesawat. Fungsinya untuk mengatur aliran bahan bakar ke mesin, baik saat menyalakan maupun mematikan mesin.
Dalam prosedur normal penerbangan, sakelar ini tidak digunakan saat pesawat berada di fase jelajah. Perubahan posisi biasanya hanya dilakukan dalam kondisi tertentu, seperti saat darurat atau ketika pesawat berada di darat.