Ternyata Ini Penyebab Mobil Listrik Bisa Mati Mendadak Saat Melintas di Rel Kereta

fin.co.id - 01/05/2026, 06:37 WIB

Ternyata Ini Penyebab Mobil Listrik Bisa Mati Mendadak Saat Melintas di Rel Kereta

Mobil listrik Green SM Pemicu Tragedi KRL vs Argo Bromo di Bekasi.

fin.co.id - Fenomena mobil listrik yang tiba-tiba berhenti beroperasi ketika melintasi rel kereta api memunculkan pertanyaan terkait keamanan dan sistem kerja kendaraan berbasis listrik. Berbeda dengan mobil berbahan bakar konvensional, kendaraan listrik memiliki mekanisme proteksi yang jauh lebih kompleks.

Pakar otomotif dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Agus Purwadi, menjelaskan bahwa penyebab mobil listrik mati mendadak umumnya berkaitan dengan gangguan pada sistem kelistrikan maupun perlindungan otomatis kendaraan.

“Berbeda dengan mobil ICE yang mati karena masalah pasokan bahan bakar atau pengapian, EV biasanya mati karena kegagalan pada sistem manajemen energi atau sirkit proteksi,” kata Agus, dikutip fin dari Antara, Jumat 1 Mei 2026.

Menurut Agus, salah satu faktor yang paling sering terjadi berasal dari baterai 12 volt atau auxiliary battery. Komponen ini memiliki fungsi penting meskipun kendaraan listrik menggunakan baterai utama bertegangan tinggi.

Baterai kecil tersebut bertugas menyuplai daya untuk berbagai sistem utama, termasuk komputer kendaraan, sensor, hingga perangkat elektronik dasar.

“Ini adalah penyebab paling umum. Meskipun memiliki baterai traksi bertegangan tinggi (HV), sistem komputer, lampu, dan sensor EV dijalankan oleh baterai 12V biasa. Jika baterai 12V drop atau mati, main relay tidak bisa menutup, sehingga daya dari baterai besar tidak bisa mengalir ke motor penggerak. Mobil akan mati total meskipun persentase baterai utama masih 80 persen,” ujar Agus.

Pada sistem kendaraan listrik, relay utama memiliki peran penting dalam menghubungkan arus listrik dari baterai tegangan tinggi menuju sistem penggerak kendaraan. Ketika relay tidak bekerja, distribusi daya otomatis terhenti.

Selain masalah pada baterai kecil, sistem pengelolaan baterai atau Battery Management System (BMS) juga menjadi bagian vital. Sistem ini dirancang untuk memutus daya secara otomatis apabila mendeteksi kondisi berbahaya.

“Jika inverter atau baterai mengalami overheating akibat kegagalan pompa pendingin atau cuaca ekstrem, sistem BMS akan memutus aliran daya secara mendadak untuk mencegah kebakaran atau kerusakan permanen,” katanya.

Agus juga menjelaskan bahwa mobil listrik memiliki perlindungan tambahan berupa High Voltage Interlock Loop (HVIL). Teknologi tersebut bertugas memantau kestabilan sistem tegangan tinggi.

Ketika ditemukan indikasi gangguan seperti kebocoran arus atau sambungan kabel yang tidak stabil, sistem keamanan akan segera menghentikan operasional kendaraan.

“Jika sensor mendeteksi adanya kebocoran arus ke sasis atau adanya soket kabel tegangan tinggi yang longgar akibat guncangan di rel kereta yang tidak rata, sistem akan langsung melakukan emergency shut-off dalam hitungan milidetik,” imbuhnya.

Di sisi lain, kemungkinan gangguan elektromagnetik di sekitar lintasan kereta juga turut disoroti. Area rel kereta memiliki medan elektromagnetik yang cukup kuat, terutama dari jaringan listrik dan sistem rel.

Meski begitu, Agus menilai potensi gangguan tersebut tidak terlalu besar karena sebagian besar kendaraan listrik modern telah dibekali perlindungan khusus.

“Meskipun jarang dan teknologinya sudah semakin terproteksi, area perlintasan kereta api memiliki medan elektromagnetik yang kuat dari kabel transmisi atas pada KRL dan rel jalur balik. Pada unit dengan proteksi shielding yang kurang sempurna, EMI ekstrem berpotensi mengganggu komunikasi data pada Controller Area Network kendaraan, yang menyebabkan komputer salah membaca data dan mematikan sistem sebagai bentuk proteksi,” jelas Agus. *

Afdal Namakule
Afdal Namakule
Penulis

Jurnalis profesional sejak 2016 dengan spesialisasi isu Politik, News, dan Lifestyle. Menjabat sebagai Redaktur di FIN.CO.ID sejak 2018, ia juga aktif mengulas perkembangan teknologi terkini. Berdedikasi menyajikan informasi akurat dan kredibel bagi pembaca