Sport . 26/04/2026, 10:11 WIB
Ketika hujan mulai turun, Bagnaia mengambil keputusan untuk masuk pit dan mengganti motor ke setting basah. Strategi ini terbukti tepat, meski ia merasa seharusnya bisa melakukannya lebih cepat.
Keputusan tersebut mengangkat posisinya secara signifikan, bahkan sempat membawa dirinya ke posisi terdepan.
Namun momentum itu tidak bertahan lama.
Saat memimpin balapan, Bagnaia harus menghadapi tekanan dari Marc Marquez yang tampil agresif dan sangat cepat di kondisi basah. Dalam waktu singkat, Marquez berhasil mengambil alih posisi pertama.
Bagnaia sempat mencoba mengejar, tetapi perbedaan performa di lintasan basah terasa jelas.
“Saya mencoba mengikuti Marc, tapi dia jauh lebih kuat di kondisi basah. Saya bahkan hampir mengalami highside, jadi saya memutuskan untuk berhenti mengejar,” ungkapnya.
Keputusan tersebut diambil demi menghindari risiko crash dan tetap mengamankan posisi kedua.
Meski mengakui berbagai kekurangan, Bagnaia tetap menunjukkan optimisme untuk balapan utama. Ia percaya bahwa dengan setup yang lebih tepat, Ducati bisa tampil lebih kompetitif di kondisi kering.
Dengan waktu yang terbatas sebelum race utama, sesi pemanasan akan menjadi krusial untuk menemukan setting terbaik.
Bagnaia yakin, jika timnya mampu melakukan penyesuaian yang tepat, peluang untuk tampil lebih kuat masih terbuka lebar.
Hasil runner-up di Sprint MotoGP Jerez memang terlihat positif di atas kertas, tetapi di balik itu tersimpan sejumlah pekerjaan rumah besar bagi Bagnaia dan tim Ducati. Masalah grip belakang, adaptasi terhadap modifikasi motor, hingga strategi balapan menjadi faktor yang perlu segera dibenahi.
Network;
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media
Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210
Telephone: 021-2212-6982
E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id