fin.co.id - Rekrutmen Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun anggaran 2026 diprediksi kembali menjadi magnet besar bagi pencari kerja.
Seperti tahun-tahun sebelumnya, kementerian strategis seperti Kementerian Keuangan Republik Indonesia (Kemenkeu) dan Kementerian Pertahanan Republik Indonesia (Kemenhan) diperkirakan tetap menjadi instansi dengan jumlah pelamar terbanyak.
Kedua kementerian ini dikenal rutin membuka formasi dalam jumlah besar dengan kebutuhan latar belakang pendidikan yang beragam, mulai dari lulusan SMA/SMK hingga sarjana. Hal ini membuat peluang terbuka luas bagi banyak kalangan untuk bergabung di sektor pemerintahan.
Proyeksi Formasi di Kemenkeu
Kemenkeu diprediksi akan kembali membuka ribuan posisi guna memperkuat pengelolaan keuangan negara. Sejumlah jabatan yang biasanya mendominasi antara lain fasilitator pemerintahan, penata kelola sistem dan teknologi informasi, penyusun materi hukum, serta pengawas pendataan statistik.
Dari sisi pendidikan, lulusan S1 seperti akuntansi, ekonomi, manajemen, hukum, hingga teknik masih menjadi prioritas. Selain itu, lulusan bidang teknologi seperti sistem informasi dan teknik informatika juga memiliki peluang besar, seiring meningkatnya kebutuhan digitalisasi layanan publik.
Tidak hanya itu, lulusan D3 hingga SMA/SMK pun tetap memiliki kesempatan, terutama untuk posisi operasional dan teknis.
Peluang Besar di Kemenhan
Sementara itu, Kemenhan menunjukkan tren peningkatan kebutuhan tenaga profesional, terutama di bidang teknologi dan manajerial. Jabatan seperti pranata komputer ahli pertama diprediksi menjadi yang paling banyak dicari, sejalan dengan transformasi digital di sektor pertahanan.
Selain itu, posisi pranata keuangan APBN dan pengelola pengadaan barang/jasa juga menjadi formasi yang hampir selalu tersedia setiap tahun. Jabatan lain seperti analis kebijakan, perancang peraturan, hingga pranata humas turut menjadi bagian penting dalam mendukung sistem pertahanan nasional.
Lulusan teknologi informasi seperti teknik informatika dan ilmu komputer diperkirakan memiliki daya saing tinggi. Di sisi lain, lulusan hukum dan ilmu sosial tetap dibutuhkan untuk peran strategis di bidang kebijakan dan komunikasi publik.
Baca Juga
Strategi Lolos CPNS 2026
Melihat tren ini, calon pelamar disarankan mulai mempersiapkan diri sejak dini. Salah satu langkah penting adalah menyesuaikan latar belakang pendidikan dengan formasi yang sering dibuka.
Selain itu, penguasaan materi Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) dan Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) menjadi kunci utama kelulusan. Pemerintah juga menegaskan bahwa proses seleksi akan berjalan secara transparan dan berbasis meritokrasi.