Internasional . 20/04/2026, 17:15 WIB
Jepang memang dikenal sebagai salah satu negara paling rawan gempa di dunia. Secara statistik, gempa dengan kekuatan besar bukanlah hal langka.
Dalam catatan resmi, Jepang mengalami gempa berkekuatan tinggi hampir setiap tahun.
Bahkan, negara ini menyumbang lebih dari 10 persen gempa besar dunia. Kondisi geografis Jepang yang berada di pertemuan beberapa lempeng tektonik membuat aktivitas seismik terus terjadi.
Gempa kali ini juga bukan yang pertama dalam waktu dekat. Sebelumnya, gempa besar dengan magnitudo 7,6 sempat terjadi pada Desember 2025.
Fakta ini membuat otoritas Jepang selalu berada dalam kondisi siaga tinggi, terutama dalam menghadapi potensi tsunami.
Di tengah kekhawatiran tsunami, perhatian juga tertuju pada fasilitas nuklir, khususnya di Fukushima.
Sejauh ini, belum ditemukan adanya gangguan atau kerusakan pada pembangkit listrik tenaga nuklir di wilayah tersebut.
Pemeriksaan terus dilakukan secara menyeluruh untuk memastikan tidak ada risiko tambahan yang muncul akibat gempa.
Langkah ini menjadi krusial, mengingat tragedi tahun 2011 yang dipicu oleh kombinasi gempa dan tsunami hingga menyebabkan krisis nuklir besar.
Selain tsunami, otoritas Jepang juga memperingatkan kemungkinan gempa susulan dalam beberapa hari ke depan.
Peringatan ini bukan sekadar spekulasi, melainkan prosedur standar setelah gempa besar terjadi.
Warga diminta tetap waspada terhadap:
Network;
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media
Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210
Telephone: 021-2212-6982
E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id