Internasional . 18/04/2026, 09:38 WIB

Harga Minyak Dunia Rontok ke 88 Dolar setelah Iran Umumkan Hormuz Dibuka

Penulis : Makruf
Editor : Makruf

Artinya, jika konflik kembali memanas, jalur ini bisa kembali terganggu dan harga minyak berpotensi melonjak lagi.

Sejumlah analis menilai pasar saat ini masih sangat sensitif terhadap perkembangan geopolitik di kawasan Timur Tengah. Sedikit perubahan saja bisa langsung menggerakkan harga dalam skala besar.

Dampak Lebih Luas ke Ekonomi Global

Penurunan harga minyak memberi sedikit kelegaan bagi ekonomi global yang sebelumnya tertekan oleh lonjakan energi. Harga bahan bakar, biaya transportasi, hingga tekanan inflasi berpotensi mereda.

Namun, dampak konflik sebelumnya masih terasa. Gangguan rantai pasok dan keterlambatan distribusi diperkirakan membutuhkan waktu berbulan-bulan untuk kembali normal.

Dengan kata lain, meski harga minyak turun, efek ekonomi dari konflik belum sepenuhnya hilang.

Penutup

Penurunan harga minyak ke level 88 dolar menunjukkan betapa sensitifnya pasar energi terhadap dinamika geopolitik. Pembukaan Selat Hormuz menjadi sinyal positif, tetapi belum cukup untuk menjamin stabilitas jangka panjang.

Selama keamanan jalur tersebut belum benar-benar terjamin dan konflik belum berakhir permanen, pasar minyak akan tetap bergerak dalam ketidakpastian.

           

Network;
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNPos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com

           

Network:
FinNews.id   |  Radarpena.co.id   |  IKNPos.id