Gelombang Panas Makin Ekstrem, Jepang Resmikan Sebutan Hari 40°C sebagai Kokushobi

fin.co.id - 18/04/2026, 14:11 WIB

Gelombang Panas Makin Ekstrem, Jepang Resmikan Sebutan Hari 40°C sebagai Kokushobi

Musim Panas Jepang, Image: n-k / Pixabay

fin.co.id - Musim panas di Jepang tak lagi sekadar terasa menyengat. Dalam beberapa tahun terakhir, suhu ekstrem semakin sering terjadi hingga memaksa pemerintah mengambil langkah yang tidak biasa: memberi nama khusus untuk hari dengan suhu di atas 40 derajat Celsius. Istilah baru itu adalah “kokushobi”, yang secara harfiah menggambarkan panas yang kejam dan tak bersahabat.

Langkah ini bukan sekadar soal bahasa. Ia mencerminkan perubahan nyata yang dirasakan masyarakat Jepang setelah mengalami musim panas terpanas dalam sejarah modern negara tersebut.

Jepang Menghadapi Realitas Baru Cuaca Ekstrem

Pada musim panas terakhir, Jepang mencatat suhu yang melampaui rekor sebelumnya. Kondisi ini tidak hanya terjadi sekali dua kali, tetapi berulang di berbagai wilayah. Kota-kota besar hingga daerah pedesaan sama-sama merasakan dampaknya.

Dalam kondisi seperti ini, istilah lama untuk menggambarkan panas dianggap tidak lagi memadai. Jepang sebelumnya sudah memiliki kategori suhu seperti hari hangat, hari panas, dan hari sangat panas. Namun ketika suhu menyentuh angka 40°C atau lebih, deskripsi tersebut terasa kurang mencerminkan tingkat bahaya yang sebenarnya.

Di sinilah istilah “kokushobi” muncul. Kata ini berasal dari gabungan makna yang menggambarkan sesuatu yang keras, kejam, dan ekstrem. Dalam konteks cuaca, istilah ini dimaksudkan untuk memberi peringatan yang lebih kuat kepada masyarakat.

Nama yang Dipilih Publik, Bukan Sekadar Istilah Resmi

Menariknya, istilah “kokushobi” bukan dipilih secara sepihak oleh pemerintah. Nama ini lahir dari survei nasional yang melibatkan ratusan ribu responden. Dalam survei tersebut, masyarakat diminta memilih istilah yang paling tepat untuk menggambarkan hari dengan suhu ekstrem.

Hasilnya, “kokushobi” menjadi pilihan paling populer, mengungguli berbagai alternatif lain yang bahkan terdengar lebih teknis. Pilihan ini menunjukkan bahwa masyarakat Jepang sendiri merasakan betapa beratnya kondisi cuaca yang mereka hadapi.

Seorang peserta survei bahkan menggambarkan kondisi tersebut dengan sederhana namun kuat: panasnya terasa “tidak manusiawi”, seolah tubuh dipaksa bertahan dalam suhu yang tidak wajar.

Lebih dari Sekadar Panas, Ini Soal Keselamatan

Penggunaan istilah baru ini juga berkaitan erat dengan upaya meningkatkan kesadaran publik. Suhu di atas 40°C bukan hanya membuat tidak nyaman, tetapi juga berbahaya bagi kesehatan.

Kasus heatstroke meningkat tajam setiap musim panas. Rumah sakit sering kali dipenuhi pasien yang mengalami dehidrasi, kelelahan ekstrem, hingga kondisi serius akibat paparan panas berlebihan. Kelompok rentan seperti lansia dan anak-anak menjadi yang paling terdampak.

Dengan istilah “kokushobi”, pemerintah berharap masyarakat lebih waspada dan tidak meremehkan kondisi cuaca. Kata yang terdengar keras ini sengaja dipilih agar memicu respons yang lebih serius, bukan sekadar dianggap sebagai hari panas biasa.

Makruf
Makruf
Penulis

Penulis FIN.CO.ID