Ragam . 17/04/2026, 18:12 WIB

Idul Adha 2026: Baznas Bidik 1 Juta Hewan Kurban dengan Nilai Ekonomi Rp2,5 Triliun

Penulis : Ari Nur Cahyo
Editor : Ari Nur Cahyo

fin.co.id - Menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah atau tahun 2026, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI mematok target penyembelihan satu juta hewan kurban setara domba atau kambing. Secara nasional, perputaran nilai ekonomi dari target ini diproyeksikan menembus angka Rp2,5 triliun.

Ketua Baznas RI, Sodik Mudjahid, memaparkan bahwa target fantastis ini ditetapkan setelah mengkaji berbagai aspek krusial, mulai dari kapasitas lembaga, basis pengumpulan, ketersediaan hewan, hingga tren kondisi ekonomi masyarakat saat ini.

"Tahun ini, kami menetapkan target 1 juta domba/kambing dengan estimasi nilai Rp2,5 triliun. Angka ini akan dikelola secara sinergis oleh jaringan Baznas se-Indonesia bersama Lembaga Amil Zakat (LAZ)," tegas Sodik dalam peluncuran program 'Kurban Berkah Berdayakan Desa 2026' di Jakarta, Jumat 17 April 2026.

Target ambisius ini bukan tanpa alasan. Berkaca pada realisasi kurban tahun 2025 lalu, Baznas dan LAZ sukses mengelola dana kurban senilai Rp2,3 triliun, atau setara dengan 790.554 ekor domba/kambing. Jika ditambah dengan kurban swadaya masyarakat yang menyentuh Rp18,8 triliun (setara 1,96 juta ekor), total capaian kurban nasional pada 2025 lalu sukses meraup angka Rp21,1 triliun.

Sodik menekankan bahwa potensi kurban di Tanah Air sejatinya sangat masif. Pada 2025 saja, potensi ekonomi kurban nasional diestimasikan mencapai Rp34,85 triliun. "Ini bukan sekadar ibadah ritual, melainkan kekuatan ekonomi umat yang luar biasa untuk pemerataan kesejahteraan," imbuhnya.

Efek Ganda: Pemerataan Gizi dan Pemberdayaan Peternak Lokal

Salah satu keunggulan program kurban melalui Baznas adalah penciptaan dampak yang berlapis (multiplier effect). Pasokan hewan kurban tidak sekadar dibeli dari pasar, melainkan diserap langsung dari program pemberdayaan peternak mustahik (penerima zakat) yang dibina melalui Balai Ternak Baznas di berbagai pelosok daerah.

"Peternak kecil ini tidak cuma diberi modal hewan, tapi didampingi dari proses budi daya sampai manajemen usaha. Jadi, masyarakat yang berkurban via Baznas otomatis ikut mengangkat derajat ekonomi peternak kecil di desa," jelas Sodik.

Untuk memastikan asas pemerataan, Baznas telah merancang peta distribusi yang menyasar titik-titik krusial di seluruh Indonesia. Fokus penyaluran mencakup wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar), kantong-kantong rawan pangan, serta daerah yang selama ini minim akses terhadap daging kurban.

Sebagai inovasi distribusi, Baznas tidak hanya menyalurkan daging segar. Daging kurban juga akan diolah dan dikemas dalam bentuk kaleng agar lebih awet dan mudah didistribusikan ke wilayah dengan medan geografis yang ekstrem.

"Insya Allah, kurban tahun ini akan membawa keberkahan yang lebih luas, merajut solidaritas sosial, dan memastikan keadilan gizi bagi saudara-saudara kita yang membutuhkan," pungkasnya. (*).

           

Network;
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNPos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com

           

Network:
FinNews.id   |  Radarpena.co.id   |  IKNPos.id