Kesehatan . 16/04/2026, 16:04 WIB
fin.co.id - Banyak orang masih percaya dengan slogan “no pain, no gain” saat berolahraga. Padahal, anggapan ini justru bisa menyesatkan. Dokter spesialis kedokteran olahraga, dr. Zeth Boroh, Sp.KO, ALK, mengingatkan bahwa nyeri otot tidak selalu normal. Dalam kondisi tertentu, rasa sakit itu bisa menjadi sinyal awal cedera yang tidak boleh diabaikan.
Dalam sebuah acara temu media di Jakarta, dr. Zeth menjelaskan bahwa tidak semua nyeri otot memiliki arti yang sama. Oleh karena itu, penting untuk memahami perbedaan antara nyeri yang wajar dan nyeri yang mengarah pada cedera.
Setelah berolahraga, tubuh memang sering memberikan respons berupa rasa nyeri. Namun, dr. Zeth menegaskan bahwa nyeri otot terbagi dalam beberapa jenis, seperti kram dan Delayed Onset Muscle Soreness (DOMS).
Kram otot biasanya terjadi secara tiba-tiba akibat kontraksi otot yang mendadak. Kondisi ini menimbulkan rasa sakit yang cukup mengganggu, tetapi umumnya bersifat sementara. Sementara itu, DOMS sering muncul dalam rentang waktu 12 hingga 24 jam setelah latihan. Rasa nyeri ini biasanya muncul karena otot beradaptasi terhadap aktivitas baru atau intensitas latihan yang meningkat.
Meski terdengar normal, Anda tetap harus waspada. Pasalnya, tidak semua nyeri otot bisa dianggap sebagai bagian dari proses adaptasi tubuh.
Menurut dr. Zeth, nyeri otot masih tergolong wajar jika hanya berlangsung selama satu hingga dua hari. Dalam kondisi ini, tubuh biasanya sedang dalam fase pemulihan alami setelah aktivitas fisik.
Namun, situasinya berubah jika rasa nyeri tidak kunjung hilang setelah tiga hari. Nyeri yang terus-menerus justru mengindikasikan adanya cedera.
“Kalau nyerinya cuma 1-2 hari, itu kram atau DOMS, yang itu hilang setelah tiga hari. Tapi, kalau tidak wajar itu, kalau terus-menerus, nah itu berarti suatu injury,” jelasnya.
Artinya, Anda perlu lebih peka terhadap sinyal tubuh. Jangan abaikan rasa sakit yang berlangsung lama, karena bisa berdampak lebih serius jika tidak ditangani dengan tepat.
Masih banyak penggemar olahraga yang menganggap rasa sakit sebagai tanda keberhasilan latihan. Padahal, dr. Zeth menegaskan bahwa nyeri justru menjadi indikator awal adanya masalah pada otot.
Kesalahan persepsi ini sering membuat seseorang memaksakan diri untuk tetap berlatih meskipun tubuh sudah memberi sinyal bahaya. Akibatnya, cedera ringan bisa berkembang menjadi kondisi yang lebih parah.
“Kalau ada nyeri, itu menandakan cedera, walaupun itu ringan, istirahat,” tegasnya.
Network;
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media
Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210
Telephone: 021-2212-6982
E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id