Entertainment . 13/04/2026, 11:32 WIB

Penyebab Menantea Jerome Polin Tutup dan Dugaan Penipuan Rp38 Miliar

Penulis : Wanda Afifah
Editor : Wanda Afifah

fin.co.id - Keputusan mengejutkan datang dari konten kreator sekaligus pebisnis muda, Jerome Polin. Ia memastikan bisnis minuman miliknya, Menantea, akan berhenti beroperasi secara permanen mulai 25 April. Kabar ini langsung menyita perhatian publik, apalagi setelah terungkap adanya masalah serius di balik layar yang memicu kerugian fantastis.

Langkah penutupan ini bukan tanpa alasan. Jerome bersama sang kakak, Jehian Sijabat, mengungkap adanya dugaan penipuan internal yang dilakukan oleh salah satu mitra bisnis. Kasus ini bahkan disebut telah menyebabkan kerugian hingga puluhan miliar rupiah.

Sebelumnya, Menantea dikenal sebagai salah satu brand minuman kekinian yang cukup populer. Berdasarkan informasi dari akun X @@Makaryo0, Jerome sempat bekerja sama dengan sosok berpengalaman di industri food and beverage (F&B) untuk membangun bisnis ini.

Namun, kerja sama tersebut justru menjadi titik awal masalah. Oknum mitra bisnis yang dipercaya memegang kendali operasional dan keuangan diduga menyalahgunakan wewenangnya.

Selama menjalankan bisnis, Jerome menerima laporan keuangan rutin dalam bentuk Excel. Dari data tersebut, kondisi Menantea terlihat sehat dan bahkan menguntungkan. Karena percaya, Jerome tidak melakukan pengecekan langsung terhadap mutasi rekening perusahaan.

Di sinilah celah terjadi. Kepercayaan penuh terhadap laporan internal membuat dugaan manipulasi data tidak terdeteksi sejak awal.

Masalah mulai tercium pada tahun 2023. Saat itu, Jerome menyadari sesuatu yang janggal: saldo rekening perusahaan tiba-tiba habis. Padahal, kondisi gerai Menantea masih ramai dan operasional berjalan normal.

Situasi ini memicu investigasi internal. Hasil penelusuran mengungkap fakta mengejutkan. Dana yang berasal dari penjualan franchise serta keuntungan operasional ternyata dialirkan ke rekening pribadi oknum tersebut sejak awal berdirinya Menantea.

Jumlah dana yang diduga dipindahkan tidak kecil. Totalnya mencapai sekitar Rp38 miliar. Angka ini langsung membuat publik tercengang dan memicu perbincangan luas di media sosial.

Temuan ini juga menjadi titik balik bagi Jerome dan tim dalam mengambil keputusan besar terhadap kelangsungan bisnis.

Dalam klarifikasinya melalui Instagram Story, Jerome mengungkap bahwa ia dan Jehian sempat berusaha menyelamatkan Menantea. Mereka bahkan menggunakan dana pribadi hingga puluhan miliar rupiah untuk menutup berbagai kebutuhan operasional.

Mulai dari gaji karyawan, biaya bahan baku, hingga kompensasi lainnya, semua ditanggung demi menjaga bisnis tetap berjalan.

Ia menyebut hasil audit menunjukkan angka penggelapan mendekati Rp10 miliar yang harus mereka tanggung langsung.

Jerome juga menyampaikan bahwa pengalaman ini menjadi pelajaran berharga, meskipun harus dibayar dengan kerugian besar.

Meski mengalami kerugian signifikan, Jerome memilih untuk tidak membawa kasus ini ke ranah hukum. Ia juga tidak mengungkap identitas oknum yang terlibat.

           

Network;
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNPos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com

           

Network:
FinNews.id   |  Radarpena.co.id   |  IKNPos.id