fin.co.id - Daging kambing sering dianggap sebagai “biang kerok” naiknya tekanan darah, terutama setelah seseorang menyantap hidangan seperti sate kambing atau gulai.
Tidak sedikit orang yang langsung menyalahkan daging kambing ketika mengalami gejala seperti pusing atau tekanan darah meningkat.
Namun, benarkah konsumsi daging kambing bisa langsung memicu Hipertensi atau tekanan darah tinggi?
Menurut sejumlah ahli, anggapan tersebut belum tentu benar. Secara ilmiah, daging kambing sebenarnya tidak secara langsung menyebabkan hipertensi.
Justru ada beberapa faktor lain yang lebih berpengaruh terhadap naiknya tekanan darah setelah seseorang mengonsumsi makanan berbahan dasar daging kambing.
Hubungan Daging Kambing dan Tekanan Darah
Guru Besar Fakultas Peternakan di IPB University , Ronny Rachman Noor , menjelaskan bahwa daging kambing bukan penyebab langsung tekanan darah tinggi.
Menurutnya, persepsi masyarakat yang menganggap daging kambing sebagai pemicu hipertensi lebih banyak didasarkan pada kepercayaan yang belum tentu didukung data ilmiah.
Ia menegaskan bahwa secara ilmiah, daging kambing memiliki kandungan protein dan lemak yang relatif terkendali, terutama jika diolah dengan cara yang sehat.
Namun dalam praktiknya, hidangan berbahan daging kambing sering kali dimasak dengan metode yang tinggi lemak atau disertai penggunaan bumbu secara berlebihan. Hal inilah yang kemudian dapat mempengaruhi tekanan darah seseorang.
Baca Juga
Dengan kata lain, bukan daging kambingnya yang menjadi masalah utama, melainkan cara pengolahan dan pola konsumsi yang menyertainya.
Kandungan Gizi Daging Kambing
Daging kambing sebenarnya memiliki sejumlah nutrisi penting yang bermanfaat bagi tubuh. Beberapa kandungan gizi utama dalam daging kambing antara lain: