Desakan Gunakan Amandemen ke-25 Menguat, Donald Trump Dituding “Tak Waras” dan Terancam Digulingkan

fin.co.id - 06/04/2026, 20:15 WIB

Desakan Gunakan Amandemen ke-25 Menguat, Donald Trump Dituding “Tak Waras” dan Terancam Digulingkan

Presiden AS Donald Trump.

fin.co.id - Kondisi politik di Amerika Serikat kembali memanas setelah muncul desakan agar Presiden Donald Trump dihentikan dari jabatannya.

Kontroversi tersebut menyebutkan setelah Senator Partai Demokrat Chris Murphy secara terbuka kemungkinan terjadinya penggunaan Amandemen ke-25 Konstitusi Amerika Serikat untuk mengumumkan Trump dari kursi presiden.

Pernyataan Murphy secara langsung mencakup luas di kalangan politikus, pengamat, hingga masyarakat Amerika. Kritik tajam itu bahkan menyebut kepemimpinan Trump mulai menunjukkan tanda-tanda yang meremehkan.

Dalam unggahan di media sosial, Senator Chris Murphy menyampaikan kritik keras terhadap kebijakan Trump, khususnya terkait konflik geopolitik yang melibatkan Iran .

Murphy menyatakan bahwa jika dirinya berada di dalam kabinet pemerintahan Trump, ia akan segera berkonsultasi dengan ahli hukum konstitusi untuk membahas kemungkinan penggunaan Amandemen ke-25.

“Jika saya berada di Kabinet Trump, saya akan menghabiskan Paskah dengan menghubungi pengacara konstitusional tentang Amandemen ke-25,” tulis Murphy.

Ia bahkan menuding kebijakan Trump telah menyebabkan banyak korban jiwa.

Murphy mengatakan ribuan orang telah menjadi korban akibat konflik yang terjadi di kawasan Timur Tengah , yang menurutnya berkaitan dengan keputusan politik pemerintahan Trump.

Laporan dari organisasi hak asasi manusia yang berbasis di Amerika, Human Rights Activists in Iran (HRANA) , menyebutkan bahwa konflik tersebut telah menyebabkan 3.531 orang , termasuk 1.607 warga sipil .

Sementara itu, data dari International Federation of Red Cross and Red Crescent Societies menunjukkan bahwa sedikitnya 1.900 orang meninggal dan sekitar 20.000 orang mengalami luka-luka akibat serangan yang terjadi.

Selain korban sipil, laporan juga menyebutkan bahwa 13 anggota militer Amerika Serikat turut menjadi korban dalam konflik tersebut.

Situasi ini semakin memperkuat kritik dari sejumlah politisi terhadap kebijakan luar negeri Trump.

Apa Itu Amandemen ke-25?

Derry Sutardi
Derry Sutardi
Penulis

Redaktur Pelaksana FIN.CO.ID