Internasional . 03/04/2026, 18:53 WIB

Perang Iran Picu Efek Domino, Harga Air Minum di India Makin Mahal

Penulis : Makruf
Editor : Makruf

fin.co.id - Gelombang dampak perang Iran kini tidak hanya terasa di sektor energi, tetapi mulai merembet ke kebutuhan paling dasar manusia. Di India, harga air minum kemasan mengalami kenaikan signifikan, dipicu oleh lonjakan biaya bahan baku serta terganggunya rantai pasok global.

Fenomena ini menunjukkan bagaimana konflik geopolitik dapat menciptakan efek domino yang luas, bahkan hingga ke sektor yang selama ini dianggap stabil.

Rantai Dampak dari Selat Hormuz ke Botol Air

Ketegangan di kawasan Timur Tengah berdampak langsung pada Selat Hormuz, jalur vital yang dilalui sekitar 20 persen pasokan minyak dan gas dunia. Ketika jalur ini terganggu akibat konflik, distribusi energi global ikut tersendat.

Akibatnya, harga minyak mentah melonjak tajam. Kenaikan ini kemudian menjalar ke berbagai industri turunan, termasuk plastik yang menjadi bahan utama botol air minum.

Dalam konteks ini, perang tidak hanya memicu krisis energi, tetapi juga krisis bahan baku industri.

Industri Air Minum Terjepit Biaya Produksi

Industri air minum kemasan di India sangat bergantung pada plastik jenis PET atau Polyethylene Terephthalate. Bahan ini diproduksi dari turunan minyak mentah, sehingga sangat sensitif terhadap fluktuasi harga energi global.

Lonjakan harga minyak menyebabkan biaya produksi PET meningkat drastis. Bahkan, harga bahan baku untuk membuat botol dilaporkan naik dari sekitar 115 rupee per kilogram menjadi sekitar 180 rupee per kilogram.

Kenaikan ini membuat produsen kesulitan menahan harga jual. Beberapa merek besar seperti Bisleri bahkan telah menaikkan harga produknya sekitar 11 persen. Merek lain juga mengikuti langkah serupa.

Selain kenaikan harga, pasokan bahan baku juga mengalami gangguan. Sebagian pabrik bahkan terpaksa menghentikan operasional sementara karena keterbatasan bahan.

Ketergantungan Tinggi dan Risiko Sosial

Air minum kemasan di India bukan sekadar pilihan, tetapi kebutuhan penting. Di banyak wilayah, akses terhadap air bersih masih terbatas, terutama saat musim panas.

Data menunjukkan bahwa sekitar 15 persen rumah tangga perkotaan dan 6 persen rumah tangga pedesaan bergantung pada air kemasan untuk kebutuhan minum.

           

Network;
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNPos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com

           

Network:
FinNews.id   |  Radarpena.co.id   |  IKNPos.id