-
1,25 Lintang Utara
-
126,27 Bujur Timur
-
Kedalaman
62 kilometer
Lokasi pusat gempa berada di kawasan laut yang berada di antara wilayah Sulawesi Utara dan Maluku Utara , yang memang dikenal sebagai wilayah dengan aktivitas seismik tinggi karena berada di zona pertemuan beberapa lempeng tektonik.
Gempa dengan kekuatan di atas magnitudo 7 biasanya memiliki potensi memicu tsunami, terutama jika terjadi di bawah laut dan memicu pergeseran dasar laut.
Getaran Gempa Terasa di Sejumlah Wilayah
Guncangan gempa dirasakan cukup kuat di berbagai daerah di wilayah Indonesia timur. Intensitas gempa dilaporkan menggunakan skala Modified Mercalli Intensity (MMI) .
Beberapa laporan yang diterima BMKG menunjukkan:
-
Ternate : V–VI MMI
-
Ibu (Halmahera Barat) : V MMI
Baca Juga
-
Manado : IV–V MMI
-
Gorontalo, Bone Bolango, Gorontalo Utara : III MMI
Pada skala tersebut, gempa dengan intensitas V–VI MMI biasanya dapat dirasakan kuat oleh masyarakat dan berpotensi menyebabkan benda-benda bergoyang bahkan jatuh.
Hingga saat ini, otoritas terkait masih terus melakukan pendataan untuk memastikan apakah terdapat kerusakan bangunan atau dampak lainnya.
Sistem Peringatan Tsunami Amerika Serikat Ikut Mengeluarkan Peringatan
Tidak hanya BMKG, sistem pemantauan internasional juga turut mengeluarkan peringatan tsunami.
Sistem peringatan tsunami milik National Tsunami Warning Center di Amerika Serikat juga memberikan peringatan dini setelah gempa terjadi.
Dalam laporannya yang dikutip oleh Reuters , sistem tersebut menyebutkan kemungkinan adanya perubahan permukaan laut di sejumlah wilayah pesisir Indonesia.
Sistem itu memperkirakan: