fin.co.id - Gempa bumi kuat berkekuatan 7,6 magnitudo mengguncang wilayah Sulawesi Utara dan Maluku Utara pada Kamis pagi, 2 April 2026.
Gempa ini bahkan memicu gelombang kecil tsunami di beberapa wilayah pesisir, berdasarkan pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Dalam pembaruan data tsunami yang dirilis BMKG, gelombang tsunami tercatat terjadi di dua wilayah berbeda, yakni Halmahera Barat dan Bitung . Meski ketinggiannya tergolong kecil, peristiwa ini tetap menjadi perhatian karena dipicu oleh gempa besar yang berpotensi menimbulkan dampak lanjutan.
BMKG sebelumnya segera mengeluarkan peringatan dini tsunami setelah gempa kuat tersebut terdeteksi.
Tsunami terjadi di Halmahera Barat dan Bitung
Berdasarkan data pemantauan tsunami BMKG, gelombang laut mengalami perubahan ketinggian di beberapa titik pantai.
Tercatat:
-
Halmahera Barat mengalami tsunami setinggi 0,3 meter pada pukul 07.08 WITA
-
Bitung mengalami tsunami setinggi 0,2 meter pada pukul 07.15 Wita
Wilayah Halmahera Barat berada di provinsi Maluku Utara , sedangkan Bitung merupakan kota pelabuhan di provinsi Sulawesi Utara .
Baca Juga
Meskipun gelombang tinggi tsunami tergolong kecil, fenomena ini tetap dikategorikan sebagai tsunami karena terjadi perubahan permukaan laut akibat aktivitas gempa bawah laut.
BMKG terus melakukan pemantauan intensif untuk memastikan apakah terdapat gelombang susulan yang berpotensi lebih besar.
Gempa M7,6 Picu Peringatan Tsunami
Gempa bumi yang memicu tsunami ini terjadi pada Kamis pagi pukul 05.48 WIB . Berdasarkan analisis BMKG, kekuatan gempa mencapai magnitudo 7,6 .
Pusat gempa berada pada koordinat: