fin.co.id - Ketegangan geopolitik di Timur Tengah semakin memanas setelah Iran melakukan pembatasan terhadap Selat Hormuz jalur vital distribusi energi dunia.
Data dari Kpler mencatat bahwa pergerakan kapal di kawasan tersebut anjlok hingga 95 persen sejak 1 Maret 2026. Angka ini menunjukkan betapa besar dampak konflik terhadap rantai pasok energi global.
Selat Hormuz sendiri merupakan jalur utama pengiriman minyak dan gas dari negara-negara Teluk Persia ke berbagai belahan dunia. Gangguan di kawasan ini langsung berdampak pada harga energi global.
Di tengah pembatasan ketat, Iran tetap membuka akses terbatas bagi kapal-kapal tertentu. Namun, hanya kapal dari negara yang dianggap “tidak bermusuhan” yang diperbolehkan melintas.
Kebijakan ini disampaikan Iran kepada Dewan Keamanan PBB dan Organisasi Maritim Internasional, dengan syarat kapal harus berkoordinasi terlebih dahulu dengan otoritas Teheran.
Hal ini mencerminkan bahwa jalur energi global kini tidak hanya soal logistik, tetapi juga sangat dipengaruhi oleh faktor diplomasi dan geopolitik.
Daftar Negara yang Kapalnya Diizinkan Melintas
Berdasarkan laporan The Telegraph, berikut sejumlah negara yang berhasil melintasi Selat Hormuz di tengah krisis:
1. Thailand
Sebuah kapal tanker minyak dari Thailand berhasil melintas pada 25 Maret 2026 setelah melakukan koordinasi diplomatik dengan Iran.
Keberhasilan ini disebut sebagai hasil komunikasi yang baik antara kedua negara.
Baca Juga
2. China
China menjadi salah satu negara pertama yang mendapatkan izin resmi.
Menurut Lloyd’s List Intelligence, kapal China bahkan menjadi yang pertama membayar “biaya tol” untuk melintasi jalur tersebut.