Serba Serbi Ramadhan . 19/03/2026, 16:23 WIB

5 Tips Mengatur Porsi Makan Saat Lebaran Agar Tubuh Tetap Prima

Penulis : Wanda Afifah
Editor : Wanda Afifah

fin.co.id - Aroma rendang, opor ayam, hingga sambal goreng ati pasti sudah mulai menggoda iman Anda. Namun, jangan sampai momen kemenangan ini justru menjadi bencana bagi kesehatan dan angka di timbangan Anda. Banyak orang sering kali kalap saat melihat meja makan penuh hidangan bersantan, hingga melupakan risiko kolesterol dan gula darah yang mengintai di balik lezatnya ketupat.

Konsumsi makanan tanpa kendali pasca-Ramadhan adalah ancaman nyata bagi kebugaran tubuh. Jika Anda tidak waspada, berat badan bisa naik drastis hanya dalam hitungan hari. Lantas, bagaimana cara menikmati hidangan hari raya tanpa perlu merasa bersalah? Simak strategi jitu mengatur pola makan saat Lebaran agar tubuh tetap prima dan pakaian tetap muat!

1. Strategi Piring Sehat

Saat melihat meja makan yang penuh lemak, mata kita seringkali langsung tertuju pada daging rendang atau gulai ayam. Namun, aturan pertama agar tetap sehat saat Lebaran adalah menjaga komposisi piring Anda. Gunakan metode piring makanku: bagi piring menjadi tiga bagian. Isi setengah piring dengan sayuran dan buah-buahan, seperempat dengan karbohidrat, dan seperempat sisanya untuk protein.

Serat dari sayuran berperan krusial untuk mengikat lemak jahat dan memberikan rasa kenyang lebih lama. Sebelum menyantap menu utama yang berat, mulailah dengan makan buah atau sayuran terlebih dahulu. Trik ini sangat efektif untuk mencegah Anda mengambil porsi nasi atau ketupat secara berlebihan.

2. Kendalikan Porsi Makan dan Hindari Lapar Mata

Salah satu kesalahan fatal saat silaturahmi adalah makan berat di setiap rumah yang kita kunjungi. Ingat, perut Anda bukan wadah tanpa batas. Gunakan piring berukuran kecil saat mengambil makanan. Penelitian menunjukkan bahwa makan dengan piring kecil secara psikologis membuat kita merasa cepat kenyang meski porsinya tidak sebanyak biasanya.

Cobalah untuk makan secara perlahan dan kunyah makanan dengan sempurna. Otak membutuhkan waktu sekitar 20 menit untuk mengirimkan sinyal kenyang. Jika Anda makan terlalu cepat, Anda cenderung akan menambah porsi sebelum sinyal kenyang itu sampai ke otak.

3. Waspada "Ranjau" Cair

Jangan hanya fokus pada makanan padat. Minuman yang tersaji saat Lebaran seringkali menjadi sumber kalori tersembunyi yang sangat besar. Sirup, minuman bersoda, dan es buah dengan kental manis bisa membuat asupan gula harian Anda meledak dalam sekejap. Lonjakan gula darah yang drastis dapat memicu rasa lemas dan mengantuk setelah makan.

Pilihlah air putih sebagai minuman utama. Air putih membantu melancarkan metabolisme dan membuang sisa-sisa metabolisme yang tidak perlu. Jika ingin rasa yang berbeda, Anda bisa mencoba infused water dengan irisan lemon atau timun yang menyegarkan sekaligus membantu proses detoksifikasi alami tubuh.

4. Teknik Memilih Lauk

Anda tetap boleh makan enak, namun pilihlah dengan cerdas. Jika tersedia opor ayam, pilihlah bagian dada tanpa kulit daripada bagian paha atau sayap yang tinggi lemak. Begitu juga dengan rendang, carilah potongan daging yang lebih banyak serat ototnya daripada lemak yang menempel.

Kuah santan memang sangat gurih, namun di situlah letak kalori dan lemak jenuh yang tinggi. Usahakan untuk tidak membanjiri ketupat Anda dengan kuah santan. Ambil sedikit saja untuk sekadar merasakan bumbunya. Dengan membatasi asupan santan, Anda telah menyelamatkan jantung Anda dari risiko penyumbatan pembuluh darah.

5. Tetap Aktif Bergerak Meski Sedang Libur

           

Network;
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNPos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com

           

Network:
FinNews.id   |  Radarpena.co.id   |  IKNPos.id