Sport . 17/03/2026, 18:53 WIB
Sebaliknya, Real Madrid datang dengan performa yang lebih stabil. Kemenangan telak atas Elche menjadi bukti konsistensi mereka.
Secara historis, Madrid juga sangat kuat di fase gugur Liga Champions, menjadikan mereka favorit untuk lolos ke babak berikutnya.
Manchester City hanya kehilangan beberapa pemain seperti Josko Gvardiol dan Rico Lewis. Kembalinya Mateo Kovacic menjadi tambahan penting di lini tengah.
Di kubu Madrid, absennya Kylian Mbappe dan Jude Bellingham menjadi kerugian, namun kedalaman skuad mereka tetap kompetitif.
Secara taktis, Manchester City diperkirakan akan langsung bermain menyerang sejak awal laga. Mereka membutuhkan gol cepat untuk membuka peluang comeback.
Namun, pendekatan agresif ini berisiko besar terhadap serangan balik cepat Real Madrid.
Madrid memiliki keunggulan dalam transisi permainan. Kecepatan pemain seperti Vinicius Junior dan efektivitas lini tengah yang dikomandoi Aurelien Tchouameni memungkinkan mereka menghukum celah yang ditinggalkan City.
Selain itu, pengalaman Madrid di fase gugur menjadi faktor pembeda. Mereka terbiasa mengelola tekanan dan menjaga keunggulan agregat.
Sebaliknya, City justru sedang mengalami penurunan efektivitas di lini depan, yang membuat target mencetak minimal tiga gol terasa semakin berat.
Kunci pertandingan akan terletak pada efektivitas peluang City di babak pertama.
Jika gagal mencetak gol lebih awal, tekanan justru bisa berbalik merugikan mereka.
Network;
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media
Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210
Telephone: 021-2212-6982
E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id