Internasional . 12/03/2026, 07:43 WIB

Israel Perluas Gelombang Serangan Udara ke Lebanon

Penulis : Makruf
Editor : Makruf

fin.co.id - Ketegangan di Timur Tengah kembali memanas setelah Israel melancarkan gelombang serangan udara baru ke Lebanon, menargetkan wilayah selatan Beirut dan daerah-daerah yang dikendalikan oleh kelompok Hizbullah. Serangan ini merupakan kelanjutan dari serangkaian konfrontasi yang telah menelan ratusan korban dan memaksa ribuan warga sipil mengungsi dari rumah mereka.

Eskalasi Konflik di Beirut

Sejak awal Maret, Israel telah melakukan serangan udara yang intensif ke wilayah Lebanon sebagai tanggapan atas serangan roket dari Hizbullah ke wilayah utara Israel. Laporan dari lapangan menunjukkan langit Beirut dipenuhi asap hitam dan kilatan api dari ledakan, sementara warga berhamburan mencari perlindungan di tempat-tempat aman dan terowongan bawah tanah. Menurut Kementerian Kesehatan Lebanon, setidaknya 634 orang tewas dan lebih dari 1.500 lainnya terluka sejak serangan udara dimulai.

Sementara itu, pemerintah Israel menyatakan bahwa operasi ini ditujukan untuk menekan kemampuan militer Hizbullah dan mencegah serangan balasan yang lebih luas. Juru bicara militer Israel menyatakan, "Israel siap menanggapi setiap aksi agresif Hizbullah dan akan terus mempertahankan keamanan warganya." Pernyataan ini menegaskan kesiapan Israel untuk melanjutkan operasi militer selama dianggap perlu.

Dampak terhadap Warga Sipil

Ribuan warga Lebanon kini menghadapi krisis kemanusiaan. Banyak yang mengungsi dari rumah mereka karena peringatan evakuasi, terutama di pinggiran selatan Beirut. Situasi ini diperparah dengan kerusakan pada infrastruktur publik dan gedung-gedung hunian yang hancur akibat serangan udara. Foto-foto dari lokasi menunjukkan warga berjalan di antara puing-puing gedung, membawa barang-barang pribadi, sementara langit malam dipenuhi kilatan ledakan.

Selain itu, serangan ini memicu kecemasan internasional. Dalam pernyataan bersama, 29 negara menyerukan agar Hizbullah menghentikan serangan dan mendesak Israel untuk menahan diri dalam menyerang area padat penduduk. Mereka juga menekankan pentingnya akuntabilitas bagi pihak yang bertanggung jawab atas serangan yang menimbulkan korban sipil.

Konteks Regional dan Internasional

Serangan terbaru ini terjadi di tengah ketegangan yang lebih luas di kawasan Timur Tengah, termasuk ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat yang turut mempengaruhi situasi di Lebanon. Menurut analis militer, operasi Israel dan respons Hizbullah mencerminkan strategi perang proksi yang dapat memperpanjang konflik tanpa penyelesaian jangka pendek. Seorang mantan pejabat Departemen Luar Negeri AS menyebut bahwa tujuan jangka pendek Iran kemungkinan adalah menjadikan konflik ini perang berkepanjangan, sementara diplomasi langsung dengan Amerika Serikat masih sulit dicapai.

Selain itu, konflik ini juga memengaruhi pasar energi global. Serangan terhadap infrastruktur dan jalur pengiriman minyak di kawasan Teluk menyebabkan kekhawatiran akan kenaikan harga minyak dunia, sementara Amerika Serikat bersiap merilis cadangan minyak strategis untuk menstabilkan pasar.

Ancaman dan Respons Militer

Hizbullah telah meluncurkan serangan roket ke utara Israel, sementara Israel terus menargetkan markas dan fasilitas militer kelompok tersebut. Pemerintah Israel menegaskan bahwa perang dapat berlangsung tanpa batas waktu sampai semua tujuan militer tercapai. Pernyataan ini diperkuat oleh Menteri Pertahanan Israel, yang menyebut bahwa konflik akan terus berlanjut sesuai kebutuhan keamanan nasional Israel.

Di sisi lain, negara-negara Teluk, termasuk Saudi Arabia dan Qatar, melaporkan intersepsi beberapa drone dan rudal yang diluncurkan dari wilayah Iran, menunjukkan bahwa konflik ini dapat meluas ke negara-negara tetangga jika eskalasi tidak segera dikendalikan.

Kesimpulan

           

Network;
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNPos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com

           

Network:
FinNews.id   |  Radarpena.co.id   |  IKNPos.id