Ragam . 12/03/2026, 10:31 WIB

Denny JA Merekam Luka Sejarah Melalui 8 Buku Puisi Esai

Penulis : Sahroni
Editor : Sahroni

Tokohnya Lina yang menunggu suaminya hilang sejak 1998. Selama lebih dari 400 Kamis ia datang dengan pakaian hitam dan syal kuning.

Ia tidak berteriak.

Ia hanya menunggu.

Namun penantian itu berubah menjadi simbol perlawanan moral.

Link buku

https://drive.google.com/file/d/1NnNQIkUg8OB9fDjpWEfIvXY6M2A0imdX/view?usp=sharing

3. Jeritan Setelah Kebebasan (2015)

Buku ini merekam konflik etnis dan agama setelah Reformasi.

Maluku, Sampit, kerusuhan 1998, pengusiran Ahmadiyah, hingga konflik Lampung dihadirkan dari sudut pandang korban.

Puisi esai membuat sejarah yang sering dipadatkan menjadi angka kembali memiliki wajah manusia.

Link buku

https://drive.google.com/file/d/1xGrTptdlDqlUN3STvwIcoYyc_sNv_Vtn/view?usp=sharing

4. Yang Tercecer di Era Kemerdekaan (2024)

Buku ini menghadirkan korban yang jarang muncul dalam buku sejarah: romusha, jugun ianfu, nyai, dan anak-anak yang lahir dari hubungan kolonial.

Kemerdekaan ternyata tidak dirasakan oleh semua orang.

           

Network;
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNPos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com

           

Network:
FinNews.id   |  Radarpena.co.id   |  IKNPos.id