-
Partikel jelaga atau soot
-
Karbon monoksida
-
Oksida sulfur
-
Oksida nitrogen
-
Senyawa hidrokarbon berbahaya
-
Partikel logam dari bahan bakar dan infrastruktur industri
Campuran zat tersebut dapat menciptakan kabut asap tebal yang menutupi langit dan menyebar ke wilayah pemukiman padat.
Warga Mengaku Matahari Tertutup Asap
Sejumlah warga Teheran menggambarkan kondisi udara yang sangat buruk setelah serangan terjadi.
Seorang perempuan muda yang tinggal di kota tersebut mengatakan bahwa asap pekat membuat langit terlihat gelap dan menyulitkan aktivitas sehari-hari.
Ia mengatakan, “Saya bisa mencium bau terbakar. Saya bahkan tidak bisa melihat matahari. Asapnya sangat pekat.”
Baca Juga
Laporan warga juga menyebut adanya bau menyengat yang berasal dari kebakaran minyak dan menyebar ke berbagai wilayah kota.
Fenomena tersebut memicu kekhawatiran besar karena kota sebesar Teheran belum pernah mengalami paparan polusi dari kebakaran kilang minyak dalam skala seperti ini.
Mengapa Hujan Hitam Bisa Terjadi
Pada akhir pekan, beberapa warga melaporkan hujan berwarna gelap yang jatuh di sebagian wilayah kota. Fenomena tersebut dikenal secara informal sebagai hujan hitam.
Hujan hitam terjadi ketika tetesan air hujan menyerap partikel polusi yang sangat tinggi di atmosfer.
Prosesnya dapat dijelaskan sebagai berikut:
-
Kebakaran minyak menghasilkan asap tebal berisi partikel karbon dan polutan kimia.
-
Partikel tersebut melayang di atmosfer dalam jumlah besar.
-
Ketika hujan turun, tetesan air menyerap partikel tersebut.
-
Air hujan yang jatuh menjadi berwarna gelap atau kehitaman.
Menurut para ilmuwan, hujan sebenarnya membantu membersihkan sebagian polutan dari udara, tetapi sekaligus memindahkannya ke tanah, sungai, dan sumber air lainnya.