fin.co.id - Hujan berwarna gelap dilaporkan turun di sejumlah wilayah Teheran setelah serangkaian serangan udara menghantam fasilitas minyak di sekitar ibu kota Iran. Fenomena yang oleh warga disebut sebagai hujan hitam itu memicu kekhawatiran baru mengenai dampak lingkungan dan kesehatan dari konflik yang sedang berlangsung.
Para ilmuwan menyebut tingkat polusi yang muncul akibat kebakaran fasilitas minyak tersebut sebagai sesuatu yang sangat jarang terjadi, bahkan berpotensi belum pernah terlihat sebelumnya di kawasan perkotaan dengan populasi sebesar Teheran.
Serangan Udara Picu Kebakaran di Fasilitas Minyak
Serangan udara yang dimulai pada 28 Februari menargetkan sejumlah fasilitas energi di sekitar Teheran. Setidaknya empat lokasi yang berkaitan dengan penyimpanan dan pengolahan minyak dilaporkan terkena serangan, termasuk depot minyak dan kilang besar di sekitar ibu kota.
Citra satelit terbaru memperlihatkan dua fasilitas utama masih terbakar beberapa hari setelah serangan terjadi. Asap hitam tebal terlihat menyebar ke berbagai wilayah kota yang dihuni hampir 10 juta penduduk, dengan jutaan lainnya tinggal di kawasan metropolitan sekitarnya.
Beberapa fasilitas yang dilaporkan terdampak antara lain:
-
Depot minyak Shahran di barat laut Teheran
-
Kilang minyak utama Teheran di tenggara kota
-
Depot minyak Fardis
-
Fasilitas penyimpanan bahan bakar di wilayah utara kota
Rekaman video yang beredar memperlihatkan bola api besar menerangi langit malam saat serangan terjadi di area kilang minyak. Kebakaran yang dihasilkan memicu pelepasan asap tebal yang bertahan selama berhari-hari.
Polusi Udara Disebut “Belum Pernah Terjadi”
Para ahli atmosfer memperingatkan bahwa polusi yang dihasilkan dari kebakaran fasilitas minyak memiliki komposisi kimia yang sangat kompleks.
Dr Akshay Deoras, ilmuwan peneliti dari University of Reading, mengatakan peristiwa tersebut sangat tidak biasa.
Ia menjelaskan bahwa kondisi tersebut berbeda dari polusi udara biasa yang terjadi di kota besar akibat kendaraan atau industri.
“Peristiwa ini sangat tidak biasa karena polusi berasal dari serangan rudal dan kebakaran kilang minyak secara langsung,” ujarnya.
Kebakaran minyak dapat melepaskan berbagai zat berbahaya ke atmosfer, di antaranya: