Internasional . 11/03/2026, 09:38 WIB

Bursa Asia Pulih saat Harga Minyak Turun dari Lonjakan Perang Iran

Penulis : Makruf
Editor : Makruf

fin.co.id - Pasar saham Asia mulai pulih setelah beberapa hari diliputi ketidakpastian akibat lonjakan tajam harga minyak dunia yang dipicu konflik di Timur Tengah. Ketika harga minyak mulai turun dari puncaknya, sentimen investor berangsur membaik dan sejumlah indeks saham utama di kawasan kembali menguat pada perdagangan Rabu pagi.

Pergerakan ini terjadi setelah volatilitas besar di pasar energi global yang sempat mendorong harga minyak ke level tertinggi dalam beberapa tahun terakhir. Lonjakan tersebut sebelumnya memicu kekhawatiran bahwa biaya energi yang tinggi dapat memperburuk inflasi dan memperlambat pertumbuhan ekonomi global.

Pada sesi perdagangan terbaru, harga minyak mentah Amerika Serikat berada di kisaran 83,35 dolar AS per barel. Sementara itu, minyak acuan internasional Brent diperdagangkan sekitar 87,88 dolar AS per barel. Harga ini masih jauh lebih tinggi dibandingkan sebelum konflik meningkat, tetapi telah turun cukup tajam dari lonjakan hampir 120 dolar per barel yang sempat terjadi pada awal pekan.

Pergerakan harga tersebut memberi ruang bagi pasar saham Asia untuk pulih setelah sebelumnya mengalami tekanan akibat gejolak pasar energi.

Bursa Asia Menguat setelah Tekanan Pasar Mereda

Pemulihan terlihat pada beberapa indeks saham utama Asia yang mencatat kenaikan cukup signifikan. Di Korea Selatan, indeks KOSPI naik sekitar 2,5 persen pada perdagangan pagi.

Di Jepang, indeks Nikkei 225 juga menguat hampir 2 persen. Kenaikan ini memperpanjang tren pemulihan yang mulai terlihat sejak sesi perdagangan sebelumnya ketika investor kembali masuk ke pasar setelah aksi jual besar-besaran pada awal minggu.

Pergerakan positif tersebut menunjukkan bahwa sebagian pelaku pasar mulai melihat stabilisasi harga energi sebagai sinyal bahwa tekanan ekonomi global mungkin tidak akan seburuk yang sebelumnya dikhawatirkan.

Negara-negara Asia sangat sensitif terhadap perubahan harga minyak karena banyak di antaranya bergantung pada impor energi untuk mendukung aktivitas industri dan transportasi. Oleh karena itu, setiap lonjakan harga minyak global hampir selalu berdampak langsung pada pasar saham regional.

Lonjakan Harga Minyak Picu Kepanikan Pasar

Beberapa hari sebelumnya, pasar keuangan global sempat diguncang oleh lonjakan tajam harga minyak yang dipicu meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Serangan terhadap fasilitas energi dan kekhawatiran gangguan pasokan membuat harga minyak melonjak drastis.

Dalam waktu singkat, harga minyak dunia sempat mendekati 120 dolar per barel. Lonjakan tersebut memicu kekhawatiran akan potensi krisis energi global yang dapat meningkatkan biaya produksi, transportasi, dan logistik di berbagai negara.

Ketika biaya energi meningkat, perusahaan biasanya menghadapi tekanan biaya yang lebih besar. Kondisi ini dapat berdampak pada laba perusahaan serta daya beli konsumen, yang pada akhirnya memengaruhi kinerja pasar saham.

Situasi tersebut menyebabkan investor melakukan aksi jual besar-besaran pada awal pekan. Bursa saham di sejumlah negara Asia mengalami penurunan tajam karena pelaku pasar berusaha menghindari risiko di tengah ketidakpastian geopolitik.

           

Network;
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNPos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com

           

Network:
FinNews.id   |  Radarpena.co.id   |  IKNPos.id