Internasional . 05/03/2026, 08:13 WIB

Ribuan Turis dan Ekspatriat Terjebak di Iran, Pemerintah Dunia Berlomba Kirim Pesawat Evakuasi

Penulis : Makruf
Editor : Makruf

fin.co.id - Konflik yang pecah antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel tidak hanya mengguncang kawasan secara militer, tetapi juga memicu krisis kemanusiaan yang melibatkan ribuan warga sipil asing. Dalam hitungan jam setelah eskalasi terjadi, ruang udara di sebagian besar wilayah Timur Tengah langsung ditutup atau dibatasi secara ketat. Akibatnya, ribuan turis, pekerja ekspatriat, pelajar, hingga keluarga yang tengah transit mendadak terjebak tanpa kepastian kapan bisa kembali ke negara asal.

Bandara-bandara utama yang selama ini menjadi simpul penerbangan global berubah menjadi titik penantian penuh kecemasan. Sejumlah maskapai menghentikan operasi, sementara negara-negara asal warga asing mulai menyusun operasi pemulangan darurat.

Gelombang Repatriasi dari Barat hingga Asia

Menurut laporan Reuters, puluhan ribu warga asing mendaftarkan diri kepada perwakilan diplomatik masing-masing untuk meminta bantuan keluar dari kawasan konflik. Pemerintah dari berbagai benua pun bergerak cepat, menyiapkan pesawat carter, menambah jadwal penerbangan khusus, hingga membuka jalur darat alternatif menuju negara yang lebih aman.

Kanada menjadi salah satu negara yang secara terbuka menyatakan sedang mengoordinasikan pemulangan lebih dari dua ribu warganya dari kawasan Teluk. Otoritas setempat mengakui bahwa keterbatasan akses diplomatik di beberapa negara membuat proses evakuasi tidak sederhana. Warga diminta bersabar sembari menunggu konfirmasi jadwal dan titik keberangkatan.

Di Eropa, Irlandia juga mengumumkan penerbangan darurat bagi warganya yang tertahan akibat gangguan penerbangan regional. Pemerintah negara itu bekerja sama dengan maskapai komersial dan otoritas bandara di negara tetangga untuk membuka jalur keluar yang aman.

Sementara itu, Korea Selatan menyiapkan skema evakuasi bagi warganya yang tersebar di beberapa negara Timur Tengah. Otoritas Seoul mengakui bahwa jumlah warga yang terdampak cukup besar karena banyak pekerja dan pelajar Korea Selatan bermukim di kawasan tersebut.

Langkah-langkah serupa juga terlihat di negara-negara Asia lainnya, termasuk India dan Filipina, yang memiliki komunitas pekerja migran dalam jumlah signifikan di kawasan Teluk. Bagi mereka, gangguan ini bukan sekadar persoalan wisata, melainkan juga menyangkut mata pencaharian dan keamanan keluarga.

Bandara Lumpuh dan Rute Alternatif

Penutupan ruang udara berdampak besar pada pusat penerbangan internasional seperti Uni Emirat Arab, yang selama ini dikenal sebagai salah satu hub tersibuk di dunia. Kota-kota seperti Dubai menjadi lokasi di mana ribuan penumpang tertahan akibat pembatalan atau pengalihan rute penerbangan.

Beberapa warga asing menggambarkan situasi yang penuh ketidakpastian. Ada yang menerima pemberitahuan mendadak untuk meninggalkan pesawat karena alasan keamanan. Ada pula yang telah membayar kursi penerbangan evakuasi namun belum menerima konfirmasi keberangkatan. Seorang penumpang mengatakan kepada media internasional bahwa ia “merasa terjebak dan tidak tahu apakah harus menunggu atau mencari jalur lain”.

Sebagian pemerintah mengarahkan warganya untuk melakukan perjalanan darat menuju negara yang masih membuka ruang udara. Namun, opsi tersebut juga menghadirkan tantangan baru, mulai dari jarak tempuh ratusan kilometer hingga risiko keamanan di perbatasan.

Tantangan Logistik dan Diplomatik

Krisis ini disebut oleh beberapa pejabat sebagai tantangan konsuler terbesar sejak pandemi Covid-19. Skala gangguan penerbangan yang luas membuat koordinasi menjadi kompleks. Setiap negara harus bernegosiasi dengan otoritas penerbangan sipil setempat, maskapai, serta pemerintah regional untuk memastikan keselamatan warganya.

           

Network;
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNPos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com

           

Network:
FinNews.id   |  Radarpena.co.id   |  IKNPos.id