Retorika Ketahanan Energi, Realitas 20 Hari: Negara Lengah di Tengah Krisis
Cadangan BBM nasional disebut hanya cukup 20 hari jika impor terganggu. Opini ini mengkritik retorika ketahanan energi yang tak sejalan dengan realitas.
Ini bukan sekadar ironi kebijakan. Ini ancaman keamanan nasional.
Saatnya Jujur
Sebagai Direktur Pertanian dan Energi BEM PTNU, saya melihat ini dengan terang:
ketahanan energi bukan slogan kampanye. Ia harus terukur.
Minimal 90 hari cadangan.
Kilang domestik kuat.
Produksi nasional meningkat.
Bioenergi desa tumbuh.
Tanpa itu, semua pidato hanyalah kosmetik politik.
Karena bangsa yang benar-benar berdaulat tidak menghitung energinya per minggu.
Ia menghitungnya untuk masa depan.
Baca Juga
Dan jika hari ini kita hanya punya 20 hari, maka yang perlu dikoreksi bukan hanya pasar global—melainkan keberanian pemerintah sendiri untuk mengakui bahwa mereka terlambat, dan selama ini abai. (*)