Serba Serbi Ramadhan . 26/02/2026, 10:57 WIB

Bolehkan Minum Es Saat Berbuka? Simak Aturan Main dan Tips Amannya Agar Lambung Tak Kaget

Penulis : Wanda Afifah
Editor : Wanda Afifah

fin.co.id - Momen berbuka puasa menjadi waktu yang paling dinanti setelah belasan jam menahan lapar dan dahaga. Bayangan segelas es teh manis yang segar atau es campur yang meluap-luap seringkali sulit untuk ditolak. Namun, di balik kesegaran yang menggoda itu, tersimpan risiko kesehatan yang siap mengintai tubuh.

Tubuh manusia mengalami perubahan fisiologis yang signifikan selama berpuasa. Ketika kamu memasukkan cairan dengan suhu ekstrem secara tiba-tiba ke dalam sistem pencernaan yang sedang kosong, reaksi berantai yang negatif bisa terjadi seketika. Jangan sampai keinginan sesaat untuk melepas dahaga justru berujung pada gangguan kesehatan yang serius dan mengganggu ibadah puasa kamu di hari-hari berikutnya.

Mengapa Minum Es Saat Perut Kosong Sangat Berisiko?

Kondisi perut yang kosong selama lebih dari 12 jam membuat sistem pencernaan berada dalam fase istirahat atau "tidur". Ketika kamu tiba-tiba menyiramnya dengan air es berkapasitas besar, organ lambung akan mengalami kejutan termal. Suhu dingin yang ekstrem menyebabkan pembuluh darah di sekitar saluran pencernaan mengecil secara mendadak atau vasokonstriksi.

Proses ini menghambat aliran darah yang seharusnya membantu mencerna makanan yang masuk setelahnya. Alhasil, perut akan terasa begah, kembung, atau bahkan nyeri melilit. Jika kamu terus memaksakan kebiasaan ini, risiko terkena gangguan lambung kronis akan meningkat pesat. Jangan biarkan pola makan yang salah merusak target ibadah kamu tahun ini.

Dampak Buruk Langsung Minum Air Dingin Bagi Tubuh

Selain masalah lambung, minum es saat berbuka puasa juga berdampak pada sistem metabolisme secara keseluruhan. Berikut adalah beberapa risiko yang harus kamu waspadai:

1. Memperlambat Metabolisme Tubuh. Air dingin dapat membekukan lemak dari makanan yang kamu konsumsi. Hal ini membuat tubuh bekerja ekstra keras untuk memproses lemak tersebut, sehingga metabolisme melambat dan kamu justru merasa lemas setelah berbuka.

2. Memicu Penumpukan Mukosa. Suhu dingin merangsang produksi lendir atau mukosa di tenggorokan dan saluran pernapasan. Jika kamu memiliki riwayat asma atau alergi, kebiasaan ini bisa memicu radang tenggorokan yang mengganggu kenyamanan saat salat tarawih.

3. Sakit Kepala Mendadak (Brain Freeze). Pernahkah kamu merasa pusing seketika setelah meneguk es? Hal ini terjadi karena saraf di langit-langit mulut bereaksi keras terhadap suhu dingin, yang kemudian mengirimkan sinyal rasa sakit ke otak.

Solusi Berbuka Puasa yang Sehat dan Menyegarkan

Lalu, apakah kita sama sekali tidak boleh minum minuman dingin? Tentu boleh, namun ada aturan mainnya. Rahasianya terletak pada urutan dan suhu minuman yang kamu pilih. Para pakar nutrisi menyarankan untuk memulai berbuka dengan air putih bersuhu ruang atau air hangat kuku terlebih dahulu.

Air hangat membantu mempersiapkan dinding lambung dan melancarkan sirkulasi darah. Setelah perut mulai beradaptasi dan kamu telah mengonsumsi sedikit takjil seperti kurma, barulah kamu boleh mencicipi minuman dingin dalam porsi yang wajar. Pastikan kamu tidak menambahkan terlalu banyak sirup atau gula agar kadar gula darah tidak melonjak drastis secara tiba-tiba.

Tips Aman Menikmati Minuman Dingin Saat Ramadan

Jika kamu tetap ingin merasakan kesegaran es, ikuti langkah-langkah aman berikut ini:

           

Network;
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNPos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com

           

Network:
FinNews.id   |  Radarpena.co.id   |  IKNPos.id