fin.co.id - Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia, Erick Thohir, terus menggenjot perubahan di lingkungan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora).
Tidak hanya fokus pada prestasi atlet, Erick juga menyasar pengelolaan fasilitas olahraga yang dinilai selama ini kurang optimal
Menurutnya, sejumlah sarana olahraga yang dibangun dalam rangka Pekan Olahraga Nasional (PON) sering terbengkalai setelah ajang selesai karena biaya perawatannya sangat tinggi.
Kondisi ini memaksa pemerintah mencari cara baru sehingga fasilitas itu tetap terawat dan digunakan secara berkelanjutan.
“Banyak sarana olahraga yang terbengkalai usai pelaksanaan PON. Semua ini terjadi karena biaya perawatannya cukup tinggi. Makanya, kita harus mencari jalan keluar sehingga masalah ini bisa teratasi,” ujar Menpora Erick saat bersilaturahmi dengan wartawan di Jakarta pada Selasa, 24 Februari 2026.
Dalam upaya ini, Erick mengatakan pihaknya telah menjalin kerja sama dengan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Rencananya, pengelolaan sarana olahraga tersebut akan melibatkan pihak swasta agar bisa dikelola lebih profesional.
Saat ditanya soal nasib Komplek Gelora Bung Karno (GBK) di Senayan, yang merupakan ikon fasilitas olahraga di Indonesia, Erick memastikan bahwa pengelolaannya kini berada di tangan Lembaga Pengelola Investasi Danantara Indonesia.
“Pengelolaan GBK Senayan sudah diambilalih Danantara,” tegasnya.
Erick pun menyambut baik jika Kemenpora tetap dilibatkan khususnya untuk kepentingan latihan atlet nasional di fasilitas tersebut.
“Alhamdulillah kalau Kemenpora dilibatkan,” katanya.
Baca Juga
Selain GBK, Menpora juga menyebut Danantara akan terlibat dalam pengelolaan Rumah Sakit Olahraga Nasional (RSON) di Cibubur, Jakarta Timur. Tujuan kolaborasi ini adalah agar fasilitas kesehatan olahraga dapat dimanfaatkan secara produktif dan berkelanjutan.
Erick menyatakan bahwa pemerintah berencana membentuk Badan Layanan Umum (BLU) yang nantinya bekerja sama dengan Danantara untuk mengelola RSON.
Selain itu, pemerintah telah membangun fasilitas olahraga modern di lokasi tersebut sebagai bagian dari Cibubur Youth Elit Sport Center (CYESC), yang dirancang sebagai pusat latihan atlet muda nasional dan dilengkapi dengan berbagai fasilitas olahraga standar internasional.
Namun, Erick mengatakan, biaya perawatan fasilitas tersebut cukup besar, mencapai sekitar Rp6 miliar per tahun, sehingga diperlukan pengelolaan yang lebih produktif agar fasilitas dapat terus dimanfaatkan dan terawat.
Pria yang juga mantan Menteri BUMN ini menegaskan langkah ini bukan untuk berbisnis, tetapi semata-mata untuk optimalisasi aset negara agar fasilitas olahraga yang sudah dibangun tetap berfungsi secara berkelanjutan.