Serba Serbi Ramadhan . 24/02/2026, 14:22 WIB

Urutan Berbuka Puasa yang Benar: Rahasia Tetap Bugar dan Anti Begah

Penulis : Wanda Afifah
Editor : Wanda Afifah

fin.co.id - Momen azan Magrib selalu menjadi waktu yang paling ditunggu oleh jutaan umat Muslim setelah seharian menahan lapar dan dahaga. Namun, tahukah kamu bahwa banyak orang justru melakukan kesalahan fatal saat membatalkan puasa? Alih-alih mendapatkan kesegaran, pola makan yang sembarangan justru sering memicu rasa kantuk yang hebat, perut kembung, hingga kenaikan berat badan yang tidak diinginkan.

Jika kamu ingin tetap bugar dan terhindar dari lonjakan gula darah yang drastis, memahami urutan makan berbuka puasa yang benar adalah kunci utama. Jangan sampai ibadah puasa kamu terganggu hanya karena pola makan yang berantakan di jam-jam krusial.

Simak panduan lengkap langkah demi langkah agar tubuh tetap berenergi dan metabolisme terjaga optimal selama bulan Ramadan.

1. Awali dengan Air Putih Suhu Ruang

Lupakan sejenak es sirup yang warnanya sangat menggoda itu. Hal pertama yang tubuh kamu butuhkan adalah hidrasi. Minumlah satu gelas air putih dengan suhu ruang secara perlahan. Air putih membantu mengaktifkan kembali sel-sel tubuh dan membersihkan saluran pencernaan tanpa memberikan kejutan suhu yang ekstrem pada lambung yang kosong.

2. Sumber Gula Alami

Mengapa kurma selalu menjadi primadona? Buah ini mengandung glukosa dan fruktosa alami yang sangat mudah tubuh serap. Serat di dalamnya juga mencegah lonjakan gula darah yang terlalu agresif. Cukup konsumsi 3 butir kurma untuk mengembalikan energi instan yang hilang selama beraktivitas seharian. Jika tidak ada kurma, kamu bisa memilih buah-buahan segar lainnya yang mengandung banyak air.

3. Berikan Jeda dengan Ibadah Shalat Maghrib

Inilah rahasia agar perut tidak begah. Setelah mengonsumsi air dan sedikit kurma, berhentilah sejenak untuk menunaikan shalat Maghrib. Jeda waktu sekitar 10-15 menit ini memberikan kesempatan bagi otak untuk menerima sinyal bahwa makanan sudah masuk. Selain itu, lambung memiliki waktu untuk memproduksi enzim pencernaan sebelum menghadapi hidangan utama yang lebih kompleks.

4. Hidangan Utama dengan Nutrisi Seimbang

Setelah shalat, barulah kamu bisa menyantap makanan berat. Namun, tetap perhatikan komposisinya. Pastikan piring kamu mengandung karbohidrat kompleks, protein (ayam, ikan, atau tempe), dan serat dari sayuran. Serat sangat penting untuk menjaga rasa kenyang lebih lama dan mencegah sembelit yang sering melanda saat berpuasa.

5. Batasi Gorengan dan Makanan Bersantan

Kita tahu gorengan adalah "comfort food" nomor satu. Namun, lemak jenuh dalam gorengan sangat sulit tubuh cerna dalam kondisi perut kosong. Lemak ini akan memperlambat pengosongan lambung dan memicu mulas. Jika memang ingin menyantapnya, batasi hanya satu buah dan jangan jadikan sebagai menu pembuka utama.

Jadi, apakah kamu masih ingin langsung menyikat habis semua hidangan di meja maghrib nanti? Pikirkan lagi kesehatan jangka panjang kamu. Mulailah ubah kebiasaan hari ini dan rasakan perbedaannya pada kebugaran tubuh kamu!

           

Network;
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNPos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com

           

Network:
FinNews.id   |  Radarpena.co.id   |  IKNPos.id