Internasional . 24/02/2026, 18:56 WIB
fin.co.id - Militer Thailand mengatakan, pasukannya terlibat baku tembak dengan pasukan Kamboja di sepanjang perbatasan kedua negara, Selasa, 24 Februari 2026.
Thailand menuduh negara tetangganya tersebut melanggar gencatan senjata, sementara Phnom Penh membantah telah menggunakan "senjata apa pun".
Militer Thailand mengatakan, pasukan Kamboja "menembakkan satu granat 40 mm" di dekat patroli Thailand di provinsi perbatasan Sisaket pada Selasa, 24 Februari 2026. Insiden ini langsung memicu tembakan balasan.
Juru bicara militer Thailand, Winthai Suvaree, menuduh Kamboja melanggar kesepakatan gencatan senjata kedua negara. Tidak ada personel Thailand yang dilaporkan terluka.
"Setelah insiden tersebut, pasukan Thailand merespons dengan menembakkan M79 (peluncur granat) ke arah asal tembakan, sebagai peringatan dan untuk membela diri," ujar Suvaree, dikutip CNA.
Angkatan darat Thailand mengatakan, insiden tersebut mungkin disebabkan oleh rotasi pasukan Kamboja, dengan personel baru yang kurang familiar dengan peraturan dan kendali rantai komando.
Menteri Informasi Kamboja, Neth Pheaktra, mengatakan tuduhan tersebut "sepenuhnya salah" dan dirancang untuk "menyesatkan opini publik dan memprovokasi ketegangan".
Neth Pheaktra mengatakan, klaim bahwa militernya menembak pasukan Thailand yang sedang berpatroli adalah "dibuat-buat dan sangat menyimpang dari fakta".
Menteri tersebut menegaskan kembali "komitmen teguh" Kamboja terhadap gencatan senjata Desember dan kesepakatan gencatan senjata singkat sebelumnya dari bulan Oktober.
"Kamboja sangat prihatin bahwa tuduhan sepihak yang dibuat tanpa verifikasi bersama, konsultasi, atau pembuktian faktual berisiko salah menggambarkan situasi di lapangan dan merusak kepercayaan bersama," katanya.
Sengketa perbatasan yang telah berlangsung selama beberapa dekade antara kedua negara Asia Tenggara ini meletus menjadi beberapa putaran bentrokan tahun lalu, menewaskan puluhan orang dan menyebabkan lebih dari satu juta orang mengungsi pada Juli dan Desember.
Kedua negara menandatangani perjanjian gencatan senjata pada akhir Desember, tetapi ketegangan di perbatasan tetap ada, dengan kedua pihak saling tuding melanggar gencatan senjata.
Network;
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media
Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210
Telephone: 021-2212-6982
E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id