Serba Serbi Ramadhan . 22/02/2026, 20:03 WIB
Fin.co.id - Pertanyaan seputar lupa melafalkan atau menghadirkan niat puasa di malam hari kerap muncul setiap bulan Ramadan. Banyak yang khawatir puasanya tidak sah hanya karena terlewat berniat sebelum fajar.
Menanggapi hal tersebut, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) melalui Lembaga Bahtsul Masail memberikan penjelasan rinci berdasarkan pandangan mazhab fikih.
Wakil Sekretaris Lembaga Bahtsul Masail PBNU, Alhafiz Kurniawan, menyampaikan umat Islam tidak perlu langsung membatalkan puasa jika lupa berniat pada malam hari.
“Bagi yang lupa berniat di malam hari, puasanya tidak otomatis batal. Ia tetap bisa melanjutkan puasanya dengan ketentuan tertentu,” jelasnya.
Dalam Mazhab Syafi’i, ada tiga anjuran penting terkait niat puasa Ramadan:
Namun, jika seseorang benar-benar lupa menghadirkan niat pada malam hari, masih ada solusi.
Menurut penjelasan tersebut, ketika seseorang teringat di pagi hari, selama belum melakukan hal yang membatalkan puasa, ia dapat segera memasang niat di dalam hati dan melanjutkan puasanya hingga Magrib.
“Ia tetap dapat meneruskan ibadah puasanya sampai selesai,” ungkapnya.
Selain merujuk Mazhab Syafi’i, PBNU juga menjelaskan sudut pandang Imam Abu Hanifah.
Dalam perspektif Mazhab Hanafi, puasa seseorang yang tidak berniat sebelum fajar tidak serta-merta dinilai batal, melainkan dianggap kurang sempurna.
Solusinya, niat dapat dilakukan setelah Subuh atau ketika seseorang teringat di pagi hari, selama belum melakukan hal yang membatalkan puasa.
Pendekatan ini menunjukkan adanya keluasan dalam fikih Islam yang memberi ruang kemudahan bagi umat.
Network;
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media
Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210
Telephone: 021-2212-6982
E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id