Internasional . 20/02/2026, 10:28 WIB
Jonathan Ball dari Liverpool School of Tropical Medicine menyebut penelitian ini memang menggembirakan, tetapi perlu dipastikan bahwa sistem imun yang terlalu aktif tidak justru memicu “tembakan salah sasaran”, yakni respons imun berlebihan terhadap jaringan tubuh sendiri.
Peneliti Stanford sendiri tidak bermaksud menggantikan vaksin yang sudah ada. Mereka membayangkan vaksin universal ini dapat digunakan sebagai pelengkap, terutama pada awal pandemi ketika vaksin spesifik belum tersedia. Dalam situasi seperti awal 2020 saat COVID-19 mulai menyebar, pendekatan ini dinilai bisa membantu mengurangi tingkat keparahan penyakit dan angka kematian sambil menunggu pengembangan vaksin khusus.
Selain itu, vaksin semprot musiman juga dibayangkan dapat diberikan menjelang musim dingin untuk memperkuat pertahanan tubuh terhadap berbagai virus pernapasan yang biasa beredar.
Hingga saat ini, uji klinis pada manusia masih direncanakan. Efektivitas, durasi perlindungan, serta profil keamanannya akan menjadi faktor penentu apakah vaksin universal ini benar-benar dapat menjadi terobosan besar dalam pencegahan infeksi pernapasan.
Referensi:
BBC News – Single vaccine could protect against all coughs, colds and flus, researchers say
Network;
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media
Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210
Telephone: 021-2212-6982
E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id