Sebenar KDRT

fin.co.id - 15/02/2026, 06:04 WIB

Sebenar KDRT

Dokumentasi Ivo Ananda saat mengikuti event bersepeda 1.500km Mainsepeda East Java Journey 2026. Karena event ini unsupported, ia sering tertidur di sembarang tempat--

"Ini benar-benar KDRT," kata Ivo.

Beberapa suami-istri punya perilaku mirip itu. Mereka punya ''persatuan korban KDRT'' sejenis.

Pernah Ivo diajak sepedaan 600 km. Tiap hari mereka berangkat pukul 05.00 pagi. Sepanjang hari mereka di atas jalan raya. Pun sepanjang sore.

Malam? Tergantung keadaan. Kadang jaraknya nanggung untuk istirahat. Sering baru berhenti pukul 22.00 atau 23.00.

Ivo pernah bercerita soal perjalanan sepeda berduanya dari Surabaya ke Pacitan. Lewat Madiun dan Ponorogo. Selepas Slahung, sudah gelap malam. Jalannya menanjak. Berkelok. Sepi. Kiri jalan tebing gunung. Kanan jalan sungai Grindulu. Hujan. Hanya berdua. Tepatnya tidak berdua. Suami sudah jauh di depan. Ivo sendirian di belakang. Perempuan. Muda. Sepedaan sendirian di kegelapan sunyi seperti itu.

Tidak hanya sekali. Jalur Ponorogo-Pacitan sering dilewati untuk tujuan arah yang berbeda-beda. Pernah, katanyi, menjelang tengah malam masih di situ. Sudah tidak kuat lagi. Akhirnya bermalam di atas bukit. Ada satu rumah kosong di situ. Jauh dari rumah lainnya. Habis subuh berangkat lagi.

Pernah juga Ivo diajak bermalam di masjid. Tepatnya di serambi masjid. Antara Trenggalek - Pacitan. Masjid desa. Hanya ada mereka berdua. Tidak bisa mandi --tidak ada kamar mandi di masjid itu. Juga tidak minta izin siapa-siapa karena tidak ada manusia di sana.

Sebenar KDRT

Ivo Ananda istirahat tidur di pinggir jalan saat mengikuti event ultra cycling, Mainsepeda East Java Journey 2026.--

Saya setuju itu sebenar-benar KDRT.

Saya pernah marah kepada cucu Pak Iskan itu. Marah sekali. Marah besar. Marah dalam hati. Kok sepedaan terus. Kapan kerjanya? Bukankah sudah diberi contoh orang itu harus kerja keras?

Marah itu lama-lama reda sendiri. Yang membuat reda adalah kenyataan berikutnya: saya dengar cucu Pak Iskan itu punya pabrik sepeda. Tepatnya: perusahaan desain sepeda. Pabrik sepedanya bisa di Taiwan, di Shenzhen, di Dongguan, di mana saja. Tapi ia yang menentukan desainnya. Lalu dirakit di Indonesia.

Hobi sepedaan itu juga melahirkan event-event yang memberi dampak pada pariwisata di dalam negeri. Termasuk event yang membuat cucu menantu Pak Iskan merasakan KDRT: Mainsepeda East Java Journey.

Ivo Ananda saat berhasil finis menyelesaikan tantangan bersepeda 1.500 km di East Java Journey 2026.--

Lina
Lina
Penulis

Penulis FIN.CO.ID