Ekonomi . 11/02/2026, 13:33 WIB

Saling Sindir Menteri! Purbaya Tantang Balik Trenggono Soal Anggaran Kapal: Saya Cek Galangan Belum Ada Order

Penulis : Lina
Editor : Lina

fin.co.id - Hubungan antara Kementerian Keuangan dan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) tampaknya tengah memanas. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan respons menohok terhadap pernyataan Menteri KP Sakti Wahyu Trenggono yang menyanggah klaim cairnya anggaran pengadaan kapal.

Purbaya mengungkapkan bahwa dasar pernyataannya merujuk pada temuan langsung di lapangan. Menurutnya, industri galangan kapal dalam negeri hingga saat ini belum menerima pesanan apa pun dari pihak KKP, meskipun narasi pengadaan kapal terus berhembus.

"Oh saya nggak tahu, kan dia suka promosi kapal banyak. Saya cuman cek kan ke galangan, ada nggak yang di-order? ya belum. Berarti kan belum ada pesanan ke sana. Mau dibikin kapan saya nggak tahu. Ya udah," kata Purbaya usai rapat bersama pimpinan DPR di Senayan, Jakarta Pusat, Rabu 11 Februari 2026.

Polemik Sumber Dana Pinjaman Inggris

Menteri KP Sakti Wahyu Trenggono sebelumnya memberikan klarifikasi bahwa proyek pembangunan 1.500 kapal ikan tersebut bersumber dari pinjaman luar negeri pemerintah Inggris (UK), bukan dana murni APBN yang langsung dikucurkan Kemenkeu. Trenggono bahkan meminta Purbaya untuk mengecek internal anak buahnya terlebih dahulu.

"Yth Menteri Keuangan, supaya Anda paham dan cerdas, bahwa dana untuk pembangunan kapal tersebut bersumber dari pinjaman luar negeri dari pemerintah UK," tegas Trenggono dalam unggahan di media sosial pribadinya.

Menanggapi hal tersebut, Purbaya mengakui adanya kemungkinan kesalahan data, namun ia mengingatkan bahwa setiap dana pinjaman luar negeri tetap harus melalui pintu Kementerian Keuangan.

"Yang, yang betul Pak Trenggono mungkin saya datanya salah. Tapi sebagian katanya uangnya pinjaman. Tapi pinjaman juga nanti kan lewat kita juga," ujar Purbaya.

Desak Percepatan Program ke Bawah

Purbaya mengaku tidak terlalu memusingkan perubahan angka yang kerap terjadi dalam usulan pinjaman tersebut. Fokus utamanya adalah bagaimana program yang sudah direncanakan bisa segera menyentuh industri galangan kapal di tingkat bawah agar roda ekonomi berputar.

"Saya nggak tahu angkanya berubah-ubah terus. Yang penting gini, ketika ada program tadi pembuatan kapal, cepat dilanjutkan ke bawah, itu aja," tambahnya.

Perselisihan ini bermula saat Purbaya berbicara dalam acara Kadin Indonesia mengenai revitalisasi galangan kapal nasional. Saat itu, ia merasa heran mengapa KKP belum melakukan pemesanan ke galangan lokal, padahal Kemenkeu mengklaim sudah menyiapkan dukungan anggarannya.

Hingga kini, publik masih menunggu kepastian kapan proyek ambisius ribuan kapal ikan hasil kerja sama dengan Inggris tersebut benar-benar mulai naik cetak di galangan kapal tanah air.

           

Network;
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNPos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com

           

Network:
FinNews.id   |  Radarpena.co.id   |  IKNPos.id